DAFTAR BACA:

  • THE 17TH CIVIL ENGINEERING NATIONAL SUMMIT UNIVERSITAS INDONESIA

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peringati HUT IKM FTUI ke-48 Tahun, Mahasiswa FTUI Ikut Aksi Tuntaskan Reformasi Bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Warisan BJ Habibie Untuk Indonesia dan Dunia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Masih Perlukah Kita MUKER?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • MUKER 9 IKM FTUI: Panggung untuk Kalibrasikan IKM atau Bubarkan IKM?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Roket Falcon 9 SpaceX Bawa Satelit Nusantara Satu Terbang ke Angkasa.

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peresmian Musholla Teknik Next Level

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Akun Instagram @ui.cantik Noda di Almamater

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Netizen Ribut di Timeline, Teknik Juara Olimpiade UI Jangan Dilupakan!

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Intip Sosok Pemimpin IKM FTUI 2019 Lewat Pemira

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Setelah Mundur Satu Hari Pemungutan Suara untuk Pemira FTUI Resmi dibuka

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Yuk, Membahas Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan Bersama CENS UI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Pandji Pragiwaksono ajak Mahasiswa Baru FTUI Berkarya untuk Indonesia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Keindahan Orkestra dalam Dies Natalis ke-54 FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Buka Puasa Bersama Alumni di Affogato Coffee yang Penuh Kesan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Potret Kejujuran Mahasiswa FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Istilah “Wibu” Yang Dipermasalahkan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Meski Sementara, Harus Tetap Nyaman: Analisa Mikro dan Makro Musala Teknik Sementara

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Seminar Fintech UI dan Dana Cita “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead”

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • 2,8 Miliar Donasi Terkumpul, Renovasi Mustek Resmi Dimulai

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Hari Buruh Internasional: Serikat Buruh Sampai Pekerja Honorer

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Kerja Sosial FTUI 2018: Pengabdian FTUI kepada Masyarakat Desa Cikarae Thoyyibah

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Mungkinkah LPJ IKM FTUI Bertransformasi?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Saham Uber Dicaplok Grab

    oleh admin, administrator
  • Mendengarkan Musik dan GPS Sambil Berkendara Ditilang?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Ketua BEM UI Acungkan ‘Kartu Kuning’, Tanggapan BEM FT ?

    oleh Teknika FTUI, administrator

UNJUSTICE LEAGUE : KEGAGALAN PRODUK HUKUM YANG MEMBUAT KORBAN SALAH TANGKAP MENDERITA

sumber : pixabay

Pada dasarnya, hukum diciptakan untuk menjamin setiap hak manusia terpenuhi dan tidak mengganggu hak manusia lainnya. Namun seringkali pada pelaksanaannya, masih banyak manusia yang melanggar hukum dan merugikan banyak pihak yang terganggu haknya. Oleh karena itu, negara biasanya akan membentuk badan/satuan yang bertugas untuk menindak para pelanggar hukum. Badan/satuan penegak hukum inilah yang akan menjamin setiap orang akan mendapatkan haknya.

Namun bagaimana jika pelanggaran hukum ini justru dilakukan oleh badan penegak hukum itu sendiri? Bahkan yang menjadi korbannya adalah orang yang bahkan tidak pernah melakukan kejahatan seperti yang dituduhkan kepadanya.

Bayangkan, ketika kamu sedang menyantap sarapan di pagi hari yang tenang. Belum sempat kamu habiskan, tiba-tiba datang lima orang dengan pakaian serba hitam-hitam, membawamu ke mobil mereka, menutup mata dan mengikat tanganmu dengan lakban, dan mengatakan kamu terlibat perampokan rumah kosong.

Hal inilah yang dirasakan Halimi Fajri (19 tahun), seorang mahasiswa salah satu kampus swasta di Yogyakarta menjadi korban salah tangkap Polisi Resort Kota (Polresta) Yogyakarta. Ia dituduh ikut bagian dari komplotan pencuri dan dipukuli saat diinterogasi. Tidak sampai disitu, Halimi juga mendapatkan tindak kekerasan oleh oknum kepolisian. Hingga akhirnya salah satu pelaku sebenarnya mengakui tindakannya dan mengatakan bahwa Halimi tidak terlibat. Saat ini kasus tersebut masih diusut Pengadilan DIY.

Halimi Fajri korban salah tangkap Polresta Yogyakarta menunjukkan luka-luka pemukulan saat ia diinterogasi polisi, Senin (30/12/2019). (tirto.id / Irwan A. Syambudi)

Halimi hanyalah satu dari sekian orang yang mendapatkan perlakuan tidak adil ketika menghadapi penegak hukum, bahkan masih termasuk ‘yang beruntung’ dibanding kasus-kasus lainnya yang justru sudah sampai ke meja hijau bahkan korban sudah merasakan dinginnya tembok penjara. Sebagai contoh kasus pengamen Cipulir yang sudah sempat mendekam selama 3 tahun penjara.

Kesalahan ini tentu saja, bukan hanya terjadi di Indonesia, negara yang kita cintai ini, tapi juga diseluruh dunia. Banyak dari mereka yang bahkan keburu menghembuskan nafas terakhir di balik jeruji besi sebelum mendapatkan keadilan mereka.

sumber : https://tirto.id/ep2G

penulis : Muhammad Dennisyah Bramasta

editor : Tim editor TEKNIKA



RUBRIK BARU : KRIMINAL DAN MISTERI

sumber : pixabay