DAFTAR BACA:

  • Open Recruitment CEO TEKNIKA FTUI 2020

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • THE 17TH CIVIL ENGINEERING NATIONAL SUMMIT UNIVERSITAS INDONESIA

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peringati HUT IKM FTUI ke-48 Tahun, Mahasiswa FTUI Ikut Aksi Tuntaskan Reformasi Bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Warisan BJ Habibie Untuk Indonesia dan Dunia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Masih Perlukah Kita MUKER?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • MUKER 9 IKM FTUI: Panggung untuk Kalibrasikan IKM atau Bubarkan IKM?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Roket Falcon 9 SpaceX Bawa Satelit Nusantara Satu Terbang ke Angkasa.

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peresmian Musholla Teknik Next Level

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Akun Instagram @ui.cantik Noda di Almamater

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Netizen Ribut di Timeline, Teknik Juara Olimpiade UI Jangan Dilupakan!

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Intip Sosok Pemimpin IKM FTUI 2019 Lewat Pemira

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Setelah Mundur Satu Hari Pemungutan Suara untuk Pemira FTUI Resmi dibuka

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Yuk, Membahas Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan Bersama CENS UI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Pandji Pragiwaksono ajak Mahasiswa Baru FTUI Berkarya untuk Indonesia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Keindahan Orkestra dalam Dies Natalis ke-54 FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Buka Puasa Bersama Alumni di Affogato Coffee yang Penuh Kesan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Potret Kejujuran Mahasiswa FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Istilah “Wibu” Yang Dipermasalahkan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Meski Sementara, Harus Tetap Nyaman: Analisa Mikro dan Makro Musala Teknik Sementara

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Seminar Fintech UI dan Dana Cita “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead”

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • 2,8 Miliar Donasi Terkumpul, Renovasi Mustek Resmi Dimulai

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Hari Buruh Internasional: Serikat Buruh Sampai Pekerja Honorer

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Kerja Sosial FTUI 2018: Pengabdian FTUI kepada Masyarakat Desa Cikarae Thoyyibah

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Mungkinkah LPJ IKM FTUI Bertransformasi?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Saham Uber Dicaplok Grab

    oleh admin, administrator
  • Mendengarkan Musik dan GPS Sambil Berkendara Ditilang?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Ketua BEM UI Acungkan ‘Kartu Kuning’, Tanggapan BEM FT ?

    oleh Teknika FTUI, administrator

Yuk, Membahas Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan Bersama CENS UI

Civil Engineering National Summit Universitas Indonesia (CENS UI) merupakan serangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sipil Universitas Indonesia. Pada tahun ini, untuk ke-16 kalinya CENS UI kembali diadakan dengan mengangkat tema Compact City: Urban Infrastructure for Resilient and Sustainable City. Tema tersebut diangkat karena urgensi tingkat urbanisasi yang tinggi di kota DKI Jakarta. Urbanisasi yang terjadi di Jakarta bukan hanya urbanisasi menetap, tetapi urbanisasi mobilitas juga terjadi. Hal ini menyebabkan meningkatnya populasi di DKI Jakarta pada siang hari hingga mencapai 4 juta jiwa sehingga bertambahnya permintaan untuk tempat tinggal, lapangan kerja dan transportasi. Pembangunan dengan intensitas bangunan yang tinggi dengan penggunaan Land mixed use dan sustainable transportation system sangat diperlukan dalam menghadapi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, CENS UI diadakan sebagai wadah ide dan gagasan mahasiswa dan profesional dalam memecahkan masalah perkotaan di Indonesia.

Rangkaian acara CENS UI terdiri dari: Lomba antar mahasiswa berjudul Call For Innovation dan National Tender Competition, Workshop, Company Visit, serta National Summit sebagai acara puncak. Tahun ini, rangkaian acara CENS UI dibuka dengan presentasi akhir dari peserta terpilih yang diselenggarakan pada hari Senin, 12 November 2018. Peserta yang terpilih akan memaparkan ide dan inovasi mereka dalam bentuk karya tulis. Harapannya, hasil dari pemikiran dan penelitian yang sudah mereka lakukan dapat dijadikan referensi untuk membangun kota-kota di Indonesia.

Rangkaian acara pada hari selanjutnya, Selasa, 13 November 2018, CENS UI untuk kedua kalinya bekerja sama dengan Project Management Institute Indonesia Chapter mengadakan Project Management Workshop. Workshop ini dirancang bagi mereka yang bekerja secara profesional pada proyek di bidang keahlian teknik dan konstruksi. Hal yang akan dipahami mulai dari pengetahuan dasar, proses, dan terminologi manajemen proyek. Di hari yang sama, delegasi mahasiswa dari seluruh Indonesia yang diundang oleh CENS UI akan mengunjungi PT. Jakarta Propertindo dalam kegiatan bertajuk Company Visit.

Terakhir, pada acara puncak bertajuk National Summit akan diadakan pada tanggal 14  November 2018, acara ini akan mempertemukan berbagai tokoh penting yang dapat menjadi kunci pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta. Kegiatan akan dibuka oleh Bapak Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai keynote speaker dan akan diteruskan oleh be

rbagai pembicara yang relevan termasuk dengan pembicara internasional, Mr. Karthik Karkal yang menjabat sebagai salah satu vice president pada perusahaan CPG Consultant di Singapura.

Selain mengundang pembicara-pembicara ternama, The 16th CENS UI juga akan menghadirkan delegasi dari berbagai lembaga dan organisasi yang terlibat dalam ruang lingkup pembangunan seperti Urban and Regional Development Institute (URDI), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan lain sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai CENS UI bisa dilihat di: www.cens-ui.com



THE 17TH CIVIL ENGINEERING NATIONAL SUMMIT UNIVERSITAS INDONESIA

Greetings!

 

Be a part of us at the biggest and most innovative construction revolution conference involving a variety of speakers and stakeholders who are reliable in their respective fields to have an impact on the development of construction in Indonesia. “Construction Revolution: Way of New Era Involving Cutting Edge Technology for Resilient Construction” will be delivered by Anies Baswedan as a keynote speaker (Governor of DKI Jakarta). The conference will be held on Wednesday, November 6 2019 at Grand Ballroom Pullman Hotel Central Park, Jakarta

 

Don’t hesitate to ask more! It’s time for you to #MakeaCENS with us for a better future.

 

For further information, please contact:

Vania Callista: +6287783076369

Wanita Nahdah: +6289653429916

 

Purchase your ticket at cens-ui.com

Instagram: @cens_ui

Twitter: @cens_ui

FB: The 17th CENS UI

 

 

The 17th CENS UI

#MakeaCENS

 



Gerak Nyata TIS FTUI untuk Sehatkan Warga Karangpola, Pasar Minggu

Pengobatan Gratis (Foto : TIS FTUI)

TIS FTUI sebagai Badan Otonom FTUI yang fokus dalam bidang pengajaran dan kegiatan sosial masyarakat kembali menggelar bakti sosial berupa pengobatan massal di Karangpola, Pasar Minggu pada Minggu, 26 Agustus 2018. Kegiatan yang bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Seruni, Jatipadang ini ramai dihadiri lebih dari 200 warga sekitar.

Menurut panitia, acara ini diadakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan terutama bagi warga Karangpola yang sebagian besar beprofesi sebagai pemulung. Acara yang dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 15.00 ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak mulai dari tokoh masyarakat, pengurus RT/RW setempat, serta warga Karangpola dan sekitarnya.

(Foto : TIS FTUI)

Acara yang bertajuk TISUWBASA “TIS untuk Warga Bersih Sehat” ini dimulai dengan bincang-bincang tentang kesehatan oleh dr. Luthfi Prasetyo,  dr. Ayang Rashelda, dan dr. Atikah Rosada tentang bagaimana hidup sehat, makan makanan bergizi, pengetahuan diabetes, serta kesehatan gigi. Setelah kegiatan talkshow tersebut, pemeriksaan kesehatan dimulai untuk warga yang telah mendaftar oleh dokter baik umum maupun spesialis anak atau penyakit dalam. Di akhir acara, warga diberikan obat gratis sesuai rekomendasi dokter.

Bagi warga sekitar, acara ini memang sangat bermanfaat sehingga tidak heran antusiasme warga membludak dikarenakan pemeriksaan yang bekerjasama dengan BEM IKM FKUI dengan Alumni SMAN 66 Angkatan 2012 ini cukup lengkap, diantaranya tes kolesterol, gula darah, asam urat, bahkan juga terdapat pemeriksaan USG gratis untuk ibu hamil.

Taris, Kadept Pengmas BEM IKM FKUI mengapresiasi kinerja dan kerjasama seluruh pihak karena telah mensukseskan acara ini. “Menurut gua acara ini sangat bermanfaat banget, dan kegiatan ini patut banget diadain lagi untuk tahun-tahun seterusnya!” katanya.

Beberapa warga sekitar bahkan meminta panitia untuk mengadakan kegiatan pengobatan gratis secara berkala karena mereka benar-benar membutuhkan. “Kebetulan lingkungan di sekitar sini bisa dibilang kumuh. Kalau bisa kegiatannya diadakan lebih berkala,” ujar Ibu Nasini, warga setempat. Ibu Winanda juga menimpali bahwa acara kali ini memuaskan karena pemeriksaan yang lengkap dan dokter yang berkualitas, bagus, bermanfaat, dan akan sangat baik bila diadakan lebih sering. Dua jempol untuk TIS FTUI 2018, BEM IKM FKUI 2018, dan Alumni SMAN 66 Angkatan 2012!

(Foto : TIS FTUI)

Penulis: TEKNIKA FTUI 2018

 

 



Pandji Pragiwaksono ajak Mahasiswa Baru FTUI Berkarya untuk Indonesia

Pandji Pragiwaksono dalam acara Inspire Talk MADK FTUI 2018 (Foto : Humas FTUI)

Inspire Talk Masa Adaptasi Dunia Kampus (MADK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) pada Rabu, 15 Agustus 2018 di Balairung UI Depok kali ini diselenggarakan agak berbeda dari sebelum-sebelumnya. MADK FTUI 2018 kali ini menghadirkan seorang tokoh publik milenial, Pandji Pragiwaksono. Dalam kegiatan yang bertemakan, “Revolusi Karakter Bangsa Melalui Etika Mahasiswa” ini, sekitar 1300 mahasiswa baru diajak oleh Pandji untuk menjadi generasi muda yang beretika, berkarakter, dan harus memiliki karya untuk Indonesia.

Menurut Pandji, sudah saatnya generasi sekarang memberikan karya unik yang lo banget namun tetap bagus dan layak untuk dipasarkan. Pandji juga memberikan beberapa tips untuk mahasiswa baru bagaimana cara menemukan passion, seperti mengambil sebanyak-banyaknya kegiatan yang Pro Bono (untuk kepentingan umum secara cuma-cuma) dan mencoba menemukan kebahagiaan karena bisa jadi disitulah letak passion. Mencari titik temu antara passion dan skill dapat mengantarkan kesuksesan di masa yang akan datang.

 

Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng. (Dekan FTUI) berswafoto bersama Mahasiswa Baru FTUI 2018 (Foto : Humas FTUI)

Dalam kesempatan ini, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng. selaku Dekan FTUI berpesan bahwa pergeseran pola pikir, nilai, dan perilaku telah terjadi akibat kemajuan teknologi, namun etika dan karakter harus tetap dijunjung tinggi oleh mahasiswa FTUI, apalagi di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga lengkap dihadiri Dr. Ir. Muhamad. Asvial, M.Eng. (Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan), Dr. Badrul Munir, ST., M.Eng.Sc. (Manajer Kemahasiswaan & Alumni), serta Hardiansyah (Ketua BEM FTUI 2017) dan Davigara (Ketua BEM FTUI 2018).

Hardiansyah (Ketua BEM FTUI 2017) memberikan materi mengenai kehidupan kampus (Foto : Teknika FTUI)

Penulis : Naufal Farras Fajar



Buka Puasa Bersama Alumni di Affogato Coffee yang Penuh Kesan

Sore hari itu (01/06/18) suasana jalanan di daerah Tebet lebih padat dari biasanya. Lalu lalang kendaraan pribadi, transportasi umum, dan orang-orang berjalan di pedestrian terlihat serba cepat. Memang seperti biasanya, pukul 4 sore suasana Stasiun Tebet sudah mulai dipadati penumpang KRL (Kereta Rel Listrik) yang akan pulang dari tempat kerja menuju tempat tinggal masing-masing. Namun, suasana padat itu semakin padat mungkin karena suasana bulan Ramadhan yang membuat orang ingin segera sampai di rumah menikmati berbuka puasa bersama keluarga. Meskipun suasana lebih padat dari biasanya, hal itu tidak menyurutkan niat kami, pengurus Teknika FTUI untuk menuju lokasi buka bersama dengan alumni Teknika, tepatnya di Affogato Coffee daerah Menteng Dalam.

Foto : M. Farhan Pristantyo / Teknika FTUI

Sebenarnya ada beberapa opsi untuk menuju ke lokasi, hanya saja pada sore hari di bulan Ramadhan kali ini, mobil bukan solusi tercepat kami yang beramai-ramai untuk menuju ke lokasi. Dibutuhkan setidaknya lebih dari 20 menit apabila menggunakan mobil karena terjadi kemacetan di beberapa titik seperti Jl. Dr. Saharjo, Lapangan Ros Selatan, dan Jalan Tebet Raya. Akhirnya, berjalan kaki menyusuri pedestrian di Jalan Tebet Raya hingga persimpangan dekat Auto2000 Tebet menjadi pilihan kami sekaligus ngabuburit. Pilihan kami untuk berjalan dengan jarak kurang dari 2 km selama 15-20 menit tidak salah dan kami tetap bersemangat untuk menuju ke lokasi “Buka Bersama Teknika bersama Alumni” untuk yang pertama kali sejak berdirinya Teknika tahun 1971.

Sumber: Google Maps

Sesampainya di lokasi Affogato Coffee yang berada di ujung persimpangan Jalan Persada Raya dan Persada I, kami langsung disuguhkan pemandangan yang agak berbeda dengan lingkungan di sekitarnya yaitu arsitektur minimalis yang didominasi warna coklat tua dan muda khas Coffee Shop. Kami pun masuk dan langsung disambut oleh Bang Onny Indrianto, alumni Teknika FTUI dan Teknik Elektro angkatan 85 yang sudah menunggu sejak tadi. Setelah berbincang sebentar, kami diajak untuk menyelami lebih dalam Affogato Coffee menuju ke bagian belakang lokasi kafe.

Berbeda dengan suasana di jalan raya depan kafe yang padat kendaraan dan udara polusi yang tak menyehatkan, kami dikejutkan dengan suasana yang teduh dan sejuk karena pepohonan rimbun dan ruang terbuka lebih banyak menghiasi lingkungan belakang kafe. Lokasi parkir yang ada di bagian belakang mampu menampung cukup banyak motor dan tiga buah mobil, parkir belakang ini menambah kapasitas parkir yang juga tersedia di depan kafe. Pemandangan lain seperti taman kecil yang disusun dengan beberapa tanaman hias dan rerumputan apik, kolam air mancur, dan dihiasi jalan setapak dari kayu memberi kesan luas, nyaman, dan otomatis mampu menyegarkan pikiran bagi siapapun yang berada di lokasi ini. Meskipun berada di tengah perkampungan padat, kafe ini mampu menyuguhkan suasana kafe khas Puncak.

Selain itu, di sisi kanan, ada beberapa kamar kost yang disewakan dengan harga relatif terjangkau di daerah pusat Kota Jakarta serta sebuah musala luas di ujung yang bisa menampung sekitar 20 orang dilengkapi tempat wudhu yang layak. Bangunan bertingkat di atas kafe ternyata dimanfaatkan oleh pengelola untuk membuat beberapa ruang meeting atau acara-acara dengan kapasitas yang cukup besar serta beberapa kursi, meja, LCD, dan fasilitas lainnya yang sangat mendukung. Penyewa yang membutuhkan makanan, contohnya kami yang akan berbuka puasa bersama juga tidak perlu khawatir. Pengelola sudah menyiapkan makanan yang sudah disertakan dalam paket sewa tempat sesuai dengan permintaan penyewa. Hal-hal inilah yang membuat Affogato Coffee lebih dari sekedar kafe.

Foto : M. Farhan Pristantyo / Teknika FTUI

Azan maghrib pun tiba, kami pengurus Teknika bersama alumni menyantap tajil di lantai dua dengan menu es buah, kolak, teh manis hangat, aneka gorengan, dan tentu saja kurma yang sudah disiapkan rapi oleh pengelola. Cuaca cerah sangat mendukung acara malam yang diselenggarakan di lantai dua outdoor. Sepertinya tajil yang enak sudah cukup membuat kami kekenyangan, sehingga kami memilih untuk melakukan shalat berjamaan di Musala Affogato Coffee. Musala yang cukup luas sangat memudahkan pengunjung dalam beribadah, ini menjadi kelebihan Affogato Coffee jika dibandingkan dengan kafe-kafe lainnya. Setelah shalat berjamaah, kami melanjutkan kegiatan dengan menyantap menu makanan berat ayam bakar ditambah tempe, tahu, dan kerupuk yang sudah disiapkan oleh pengelola. Selagi menyantap hidangan, suasana tenang dan cerah malam itu kami manfaatkan dengan dengan sharing alumni tentang berbagai hal.

Acara makan-makan pun selesai, namun kami pengurus Teknika tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini dengan mengajak alumni untuk berbincang di dalam kedai Affogato Coffee. Ruang tengah kafe dengan susunan kursi melingkar yang sudah disiapkan pengelola sangat mendukung perbincangan kami dengan alumni. Berbagai topik kami perbincangkan mulai dari sejarah Teknika hingga topik kopi Indonesia mendorong kami untuk mencicipi beberapa menu di kafe ini.

Foto : M. Farhan Pristantyo / Teknika FTUI

Kemudian, beberapa ‘Affogato’ yang merupakan menu kopi favorit di kafe ini disuguhkan kepada kami dengan rasa yang sangat tidak mengecewakan. Harga yang relatif terjangkau dibandingkan coffee shop ekslusif di pinggir jalan raya membuat kami sebagai mahasiswa tidak berfikir panjang untuk membeli beberapa racikan kopi lainnya yang tidak membutuhkan waktu lama berkat barista handal di kafe ini.

Foto : M. Farhan Pristantyo / Teknika FTUI

Alunan musik instrumental khas lounge yang tenang menemani perbincangan kami hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan lebih dari pukul 9 malam menandai berakhirnya kegiatan buka bersama Teknika dan alumni. Akhirnya, acara diakhiri dengan foto-foto bersama. Pengalaman buka bersama di Affogato Coffee memberikan kesan istimewa kepada kami dan tentu saja mengadakan acara kumpul bersama orang-orang terdekat di tempat ini sangat kami rekomendasikan bagi Anda yang masih bingung mencari-cari tempat.

 

Foto : M. Farhan Pristantyo / Teknika FTUI

Penulis : Naufal Farras Fajar

 

 



Seminar Fintech UI dan Dana Cita “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead”

 

Hello Future Leaders!
Are you excited for our insightful event?

Dana Cita and Universitas Indonesia Proudly Present:
The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead

“Kenali dan Maksimalkan Potensi Fintech Demi Suksesnya Masa Depanmu”

Join us and Meet our experts at:
📅: Tuesday, 15 May 2018
🕘: 09.30-12.00
📍: Balai Sidang UI, Kampus Depok

Don’t miss your chance! LIMITED SEATS ONLY!
📌Register yourselves at ui.id/fintechdanacita

By joining this special talkshow, you will get:
1. Certificate
2. Snack
3. Exclusive Networking

FREE ENTRY!

If you are ready enough to be the next leaders, mark your calendar and join our program!
For more information, check out our
LINE: bit.ly/LINEDanaCita
Instagram : instagram.com/dana_cita/
Website : danacita.com
CP: Firdaus (LINE: mnuh_f / 085332612385)

—————————————————————
Diteruskan oleh:

Admin

Teknika FTUI 2018
#WhatIsOnYourMind



TECHNOFEST 2018: Pencerahan tentang Teknologi Blockchain dan Virtual Currency

Suasana Technofest 2018. (Sumber: Dokumentasi Teknika)

Technofest merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh NetIC FTUI sejak 2014. Technofest kelima, tahun ini, dilaksanakan pada Sabtu (5/5/2018) di Gedung MPRQ, Plaza Quantum FTUI. Diketuai oleh Muhamad Luthfi Mufadel (Fadel, Teknik Komputer 2016) dan dibantu oleh Muhammad Sidqi Hanafiah (Sidqi, Teknik Mesin 2014) sebagai steering committee, Technofest 2018 mengangkat tema “Blockchain of Things: Beyond Cryptocurrency” dan dikemas dalam bentuk acara seminar dan workshop.

Berdasarkan wawancara bersama Fadel dan Sidqi, acara ini ditargetkan untuk orang awam yang ingin mengetahui apa itu Bitcoin beserta teknologinya, yaitu blockchain, karena umumnya orang-orang hanya mengetahui Bitcoin tapi tidak mengetahui teknologi blockchain yang digunakan.

Technofest tahun ini dibagi menjadi dua sesi. Setiap sesi mempunyai subtema yang berbeda, yaitu The Way to Look on Blockchain and Cryptocurrencies untuk sesi pertama dan Assemble Yout Own Blockchain untuk sesi kedua. Sesi pertama dibawakan oleh Teguh Haryadi Jumena, Consultant and Business Development Team dari PT BitCoin Indonesia (sekarang menjadi PT Indodax Indonesia), sedangkan sesi kedua dibawakan oleh Lovely Halim dari Pundi X dan Syaroful Umam dari Stellite.

Sesi pertama berbentuk seminar yang membahas blockchain dan Bitcoin secara umum yang diharapkan dapat memberikan pencerdasan kepada peserta tentang teknologi blokchain. Pada sesi kedua yang ditekankan adalah teknis dari pengaplikasian teknologi blockchain dan cara membangun cryptocurrency yang dikemas dalam bentuk workshop. Dengan adanya workshop pada sesi ini, diharapkan dapat memberikan insight kepada peserta ketika mereka ingin merancang cryptocurrency-nya sendiri.

Project officer Technofest 2018 menyerahkan kenang-kenangan kepada salah satu pembicara. (Sumber: Dokumentasi Teknika)

Selayang Pandang tentang Blockchain dan Bitcoin

Teknologi blockchain, dibuat pada 2009, merupakan sebuah teknologi peer-to-peer yang terdesentralisasi, artinya penyimpanannya menyebar di seluruh komputer yang terhubung dengan teknologi blockchain. Teknologi ini memungkinkan pengiriman data antar komputer yang terhubung tanpa perlu bergantung pada satu server. Teknologi ini disebut-sebut sebagai penemuan terbesar setelah internet dan telah digunakan oleh jutaan orang dalam kurun waktu lima tahun sejak pembuatannya.

Perbedaan proses pengiriman dan berbagi informasi di database terpusat pada server (A) dan teknologi blockchain (B). (Ilustrasi: Teknika)

Teknologi blockchain memiliki beberapa keunggulan dibanding sistem database terpusat yang digunakan pada umumnya. Pada sistem database terpusat, data lebih mudah diretas karena penyimpanannya terintegrasi dalam satu server dan jika server pusat rusak maka database akan hilang dan data tidak dapat diakses. Hal ini tidak berlaku untuk teknologi blockchain karena ketika ada satu komputer yang kehilangan datanya maka pengguna tetap dapat mengakses data tersebut melalui komputer lain yang terhubung dalam blockchain yang sama. Selain itu, dibutuhkan usaha ekstra untuk meretas data yang dihubungkan melalui teknologi blockchain karena hacker harus menemukan ‘kode yang cocok’ dalam waktu 10 menit, jika lebih dari itu maka ia harus mengulang proses peretasannya dari awal.

Bitcoin merupakan uang elektronik atau cryptocurrency yang menerapkan teknologi blockchain. Dalam pembuatannya, Satoshi Nakamoto telah membuat algoritma yang membatasi supply untuk Bitcoin pada angka 21 juta koin. Bitcoin sendiri mirip dengan emas karena jumlah pasokannya sudah ditetapkan, tidak mungkin ditambah atau dikurangi, dan untuk mendapatkannya perlu ‘ditambang’ dengan program atau algoritma tertentu.

Bitcoin juga dapat digunakan sebagai transaksi di seluruh dunia karena koinnya dapat secara otomitas terkonversi menjadi mata uang setempat. Namun, untuk saat ini Bitcoin belum dapat dijadikan alat tukar resmi di Indonesia. Bank Indonesia menegaskan bahwa virtual currency, termasuk Bitcoin, tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yang harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah. Sehingga, untuk saat ini, pengguna Bitcoin di Indonesia hanya dapat memanfaatkannya sebagai media penyimpan kekayaan dan investasi saja. Bitcoin sendiri didapatkan melalui program mining yang dijalanan super computer, cloud mining, membeli langsung via pasar Bitcoin, atau melalui faucet (situs yang menawarkan Bitcoin gratis).

Apakah Bitcoin dan cryptocurrency lainnya dapat digunakan sebagai alat transaksi ilegal untuk menyamarkan pembelian senjata atau pendanaan teroris? Transaksi yang dilakukan dengan  Bitcoin atau cryptocurrency lainnya bersifat transparan dan dapat dilacak oleh siapapun via internet. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain dapat sekaligus digunakan  sebagai public ledger, yaitu buku besar yang mencatat semua transaksi yang penggunanya.

Tanggapan Peserta

Panitia, pembicara dan peserta berfoto bersama di akhir acara.(Sumber: Dokumentasi Teknika)

Seminar dan workshop Technofest 2018 dihadiri oleh peserta yang beragam, mulai dari anak muda dan orang tua, baik dari mahasiswa FTUI maupun umum. Beberapa peserta memberikan pendapatnya mengenai Technofest 2018, di antaranya adalah Bambang Setyawanto dan Ganda Fitran.

Menurut Bambang, penjelasan yang disampaikan oleh pembicara luas namun terlalu cepat dan waktu yang ada tidak digunakan sebagaimana mestinya karena seharusnya seminar selesai pukul 12:00 namun pada kenyataannya sudah selesai sebelum waktu tersebut. Sedangkan menurut Ganda, yang hadir karena ingin mengetahui lebih banyak tentang blockchain, materi yang disampaikan pembicara cukup mencerdaskan dan sesuai dengan harapannya.

Harapan untuk Technofest 2019

Menurut Sidqi, acara Technofest 2018 sudah cukup besar dan untuk kedepannya ia berhadap acara ini bisa lebih ramai dan memberikan kebermanfaatan, terutama meningkatkan literasi tentang IT, bagi mahasiswa FTUI maupun non mahasiwa FTUI.

“Sebagai mahasiswa Teknik, jangan buta IT karena semua bidang keteknikan kini sudah terintegrasi dengan teknologi,” pungkasnya.

 

Penulis: Septiana Pratama Nugraheni dan Talitha Arista Nia



 XL Future Leaders Town Hall – Universitas Indonesia

Calling out for first and second year university students to join this year’s XL Future Leaders Town Hall that will be held at

📅: Thursday, 3 May 2018
🕐: 12.30 – 16.00
🏫: Auditorium Soeria Atmadja FEB UI

There will be a sharing session from our TOP alumni speakers about XL Future Leaders and also tips and tricks to make it through the program from our recent awardees.

You will also get:
1. E-certificate
2. Snack box

So, WAIT NO MORE! Let’s come and take your first step to be one of XL Future Leaders Batch 7 by registering at www.tinyurl.com/XLtownhallUI NOW!

FREE ENTRY!

See you there, Future Leaders!

For more information, check out our
IG: @xlfutureleaders
Twitter: @xlfutureleaders
Website: www.xlfutureleaders.com
CP: Alvina (LINE: alvina.liyandra)

Explore. Understand. Apply.
#XLFutureLeaders
#GreatLeadersStartHere
#RoadToXLFLTownHall2018


Diteruskan oleh Teknika FTUI 2018

#WhatIsOnYourMind

 



SPWI UI 2018 Kupas Tuntas Revolusi Industri ke-4

Industry 4.0 merupakan tahap ke- 4 dari Revolusi Industri sejak ditemukanya steam engine (mesin uap) hingga kini, cyber physical system. Industri yang tadinya konvensional berubah menjadi industri yang jauh lebih modern seiring dengan dikembangkanya berbagai teknologi berbasis industry 4.0. Hal ini ditunjukkan dengan berkembangnya bisnis ojek online, pembayaran dengan menggunakan e-payment, 3D printing, analisis big data yang digunakan untuk customer relationship management, financial projection, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, sektor manufaktur nasional harus siap untuk menerima gelombang perubahan yang besar dalam menghadapi revolusi industri yang ke-4 ini.

Dr. -ing. Amalia Suzianti M.Sc selaku Kepala Departemen Teknik Industri UI bersama Prof. Dr. Ir. Teuku Yuri M. Zagloel, M.Eng. Sc. selaku Moderator menyerahkan kenang-kenangan kepada Dr. Ir. Ngakan Timur Antara setelah menjadi narasumber dalam Talkshow SPWI UI 2018 (Foto : Dokumentasi SPWI)

Topik yang sedang booming di seluruh dunia tersebut telah dibahas dalam acara SPWI UI 2018, Seminar Pembangunan Wawasan Industri Universitas Indonesia yang merupakan acara tahunan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Tema yang diambil yaitu “Welcoming the Revolution of Business Activities in Indonesia’s Industry” bertujuan untuk memberikan pendekatan baru dalam membagun dan menghadapi sistem produksi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. SPWI UI 2018 terdiri dari 3 rangkaian acara yakni talkshow, seminar dan workshop serta adanya perlombaan Innovative Ideas Challenge yang diperuntukkan mahasiswa. Acara ini diadakan selama 4 hari yakni tanggal 7-8 April 2018 di Auditorium Vokasi UI  dan tanggal 14-15 April 2018 di Auditorium Fakultas Hukum UI.

Salsabila Putri S selaku Project Officer SPWI UI 2018 membuka acara Innovative Ideas Challenge yang diadakan di Aula Lt. 5 Departemen Teknik Industri UI (Foto : Dokumentasi SPWI)

Rangkaian pertama dimulai dengan Talkshow SPWI UI 2018 bertemakan “Getting to Know: Indonesia’s Overview of Industry 4.0 Era Development” pada tanggal  7 April 2018  di Auditorium Vokasi  UI. Sesi pertama dengan topik “Mapping Out Indonesia’s Industries to Welcome Industry 4.0” disampaikan oleh Dr.Ir Ngakan Timur Antara selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Ia menjelaskan mengenai roadmap pemerintah Indonesia yang disusun oleh Kementerian Perindustrian RI bertajuk “Making Indonesia 4.0”. Kemudian sesi kedua dengan topik “The Role and Impact of Industry 4.0 on Business Activities from Academicians and Practicioners Perspective” dipaparkan oleh Danu Wicaksana selaku CEO Tcash tentang bagaimana Tcash mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan financial payment yang terintegrasi dengan smartphone sehingga Tcash mampu men-disrupt berbagai financial technology hingga kini dapat mencapai 10 juta pengguna.

Talkshow SPWI UI mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta, “Materi yang dibawakan sangat menarik dan penyampaianya juga cukup interaktif serta sangat membuka wawasan saya sebagai seorang mahasiswa Teknik Industri UI terkait dengan perkembangan Industry 4.0 yang sebenarnya bangsa Indonesia sedang hadapi sekarang ini”, tukas Aloysia Elva yang merupakan salah satu peserta talkshow SPWI UI 2018.

SPWI UI 2018 juga menyelenggarakan seminar dengan tema “Digging Deeper Establishing your Business” yang diadakan pada tanggal 14 April 2018 di Auditorium Fakultas Hukum UI. Seminar ini dihadiri oleh lima orang narasumber yakni Komang Budi Aryasa selaku Kepala Bidang Penelitian dan Analisis Big Data Telkom Indonesia, Suwandi Soh selaku CEO Sleekr, Adiatmo Rahardi selaku CEO Makernasia, Edward Otto Kanter selaku Vice President Director of PT Toyota Indonesia dan Hariyanto Salim selaku Director of PT Rekayasa Sistem & Industri (ReXin) dan Co-Founder of PT Quantum Invention Indonesia sekaligus pengajar di Teknik Industri UI.

Seminar SPWI UI 2018 terdiri dari tiga sesi acara. Sesi pertama dengan topik “Plan your actions in Industry 4.0 Era : Know Your Customers and Plan you Assets”, sesi kedua dengan topik “Take Actions in Industry 4.0 Era : Create and Produces your Products with Smart Technologies” dan sesi ketiga dengan topik “Product Delivery in Industry 4.0 Era : The Future of Logistics”. Seminar yang dibuat runtut secara tema ini memberikan pengetahuan terkait dengan kemampuan memahami konsumen dan aset yang dimiliki, kemudian menjelaskan mengenai implementasi dari teknologi cloud computing dan big data analysis dan terakhir dibahas mengenai bagaimana smart logistics merupakan faktor paling berpengaruh dalam menekan harga produk dan meningkatkan tingkat pelayanan industri pada konsumen. Perubahan proses bisnis, mulai dari tahap making hingga delivering products, baik barang ataupun jasa tersebut dipaparkan secara jelas oleh para pemateri disertai dengan presentasi dan handout yang diberikan kepada peserta sehingga peserta dapat mengikuti materi dengan sangat baik.

“Sebagai seorang mahasiswa Teknik Industri UI, saya merasa harusnya kita lebih aware terkait dengan isu dan dampak Industry 4.0 dalam dunia perbisnisan di Indonesia dan hal ini (materi seminar) juga sangat bermanfaat tidak hanya untuk sekedar membuka wawasan, tetapi juga memberikan persiapan bagaimana kami selayaknya generasi muda dalam menghadapi Industry 4.0”, ujar Hasbi Alhazmi selaku panitia bidang Event SPWI UI 2018.

 

Penyelenggaraan workshop mengenai pemrosesan Big Data oleh para pakar di Auditorium FH UI pada Minggu, 15 April 2018 (Foto : Dokumentasi SPWI

Selain talkshow dan seminar, terdapat workshop yang diselenggarakan pada tanggal 15 April 2018 di tempat yang sama dengan seminar. Mengambil tema “Utilizing Industry 4.0 : Increasing your Value in Workforce by Implementing Big Data Analytics Using KNIME”, peserta mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapat dari talkshow dan seminar dengan mempelajari langsung bagaimana proses mengolah dan menganalisis big data oleh para experts yang telah berpengalaman di bidangnya, yakni Komarudin S.T., M.Eng., Ph.D sebagai seorang pengajar Teknik Industri UI yang sudah berkecimpung sejak lama di Data Analyst, kemudian Shabrina Nanggala sebagai Customer Analyst di ELEVENIA dan Christiandy sebagai Digital Marketing Analyst di MatahariMall.com.

Dengan telah dilaksanakannya kegiatan ini, maka SPWI UI berhasil memberikan suatu sajian menarik dan komprehensif mengenai Industry 4.0 yang berkontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman peserta umum maupun mahasiswa di Indonesia yang masih jarang terdengar di masyarakat. Salsabila PS, mahasiswa Teknik Industri selaku Project Officer SPWI UI 2018 berharap dengan diadakannya acara ini, generasi mendatang akan lebih siap menghadapi tantangan global dan industri yang lebih maju dan berkembang.  

 

Penulis : F. Dellani

Editor : Naufal Farras Fajar

 



Grand Opening Kersos FTUI 2018 Berlangsung Meriah

Rabu (18/4), Rangkaian acara Grand Launching Kersos FTUI 2018 dilaksakan di Kantek Dalam Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pada acara Grand Launching Kersos FTUI, Widya (TB 2015) selaku Project Officer mengemukakan bahwa kegiatan kerja sosial seperti ini harus membawa manfaat bagi desa tempat berlangsungnya Kersos FTUI 2018. Satu hal yang menarik bahwa Kersos FTUI 2018 ini dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadhan, yaitu bulan dimana umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Meskipun bertepatan dengan bulan Ramadhan, Widya yakin bahwa Kersos FTUI tahun ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi desa yang dikunjungi. Hal tersebut sesuai dengan tagline yang dibawakan yaitu “Kontribusi Tanpa Batas Untuk Negeri”.

Penyerahan Hadiah kepada pemenang lomba poster propaganda Kersos FTUI

Pada acara Grand Launching tersebut diumumkan duta kersos FTUI 2018. Duta Kersos FTUI 2018 diumumkan dihadapan mahasiswa yang hadir dengan menyematkan pin Duta Kersos FTUI 2018. Selain pengumuman Duta Kersos, diumumkan pula pemenang lomba poster propaganda Kersos FTUI 2018. Lomba poster propaganda ini dimenangkan oleh Departemen Teknik Sipil (DTS) untuk kategori poster propaganda terfavorit dan Departemen Arsitektur (DA) untuk kategori poster propaganda terbaik.

Pada Rangkaian acara Grand Launching Kersos FTUI dimeriahkan oleh beragam kegiatan dan acara hiburan yang menarik. Mulai dari Charity Night yang berisi stand makanan, games, dan juga photobooth yang diadakan di Taman Kantek (Tamtek). Acara Charity Night ini dimeriahkan oleh berbagai lembaga dan kepanitiaan yang ada di Fakultas Teknik UI. diantaranya adalah stand photobooth Teknika FTUI. Pada stand photobooth ini mahasiswa FTUI dapat bergaya sesukanya dan hasil fotonya pun langsung dicetak pada saat itu juga dengan kualitas yang baik. Selain itu ada juga stand Gradasi yang menjual sosis bakar, serta masih banyak yang lainnya.

Suasana Charity Night Kersos FTUI

Acara Hiburan yang ada pada Grand Launching ini dimeriahkan oleh penampilan dari Musik Bengkel BKST FTUI dengan tabuhan perkusi dan perabotan rumah tangga seperti ember dan piring mampu memukau mahasiswa yang menghasilkan bunyi yang unik dan indah membuat mahasiswa FTUI yang hadir terpukau. Hampir seluruh mahasiswa memberikan tepuk tangan yang meriah di akhir pertunjukan Musik Bengkel BKST FTUI. Acara Kersos FTUI pun ditutup oleh pertunjukan music band yang menandakan berakhirnya rangkaian Grand Launching Kersos FTUI.

Penyematan Pin untuk Duta Kersos FTUI

Sultan, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2016 yang diwawancarai tim Teknika mengatakan bahwa acara Kersos FTUI pada tahun ini keren mulai dari opening Kersos FTUI yang dibawakan cukup segar dengan adanya charity night berupa bazar. Menurut Sultan Kersos FTUI dapat berjalan dengan baik dikarenakan dia mengetahui dengan baik kinerja dari Widya, Project Officer Kersos FTUI tahun ini saat masih bergabung dalam bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia (IMTK).

Dengan pembukaan kegiatan yang meriah ini, diharapkan Kersos FTUI mampu meningkatkan rasa kepedulian sosial mahasiswa FTUI, memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh elemen yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, serta pembangunan berkelanjutan bagi desa destinasi Kersos tahun ini, baik dari segi pembangunan fisik dan non-fisik. Tentu dengan berjalannya Kersos FTUI yang sukses dan terus berkembang akan menjadi kebanggaan dan kepuasan mahasiswa Teknik dalam menjalankan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Masyarakat.

Penulis : Irmansyah Turhamun

Editor : Naufal Farras Fajar



Closing OIM FTUI 2018

Demikian berakhir sudah acara Olimpiade Ilmiah Mahasiswa Fakultas Teknik Indonesia 2018. Sebuah penutupan telah dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Maret 2018, di gedung K,  ruang 301. OIM FTUI sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh PIPTEK BEM FTUI. Sebagai akhir dari ajang perlombaan di bidang keilmiahan dan teknologi, Closing OIM FTUI memiliki serangkaian acara dengan puncak pengumuman pemenang dan pemberian piala. Acara ini juga merupakan pelepasan kontingen menuju OIM UI. Namun pada akhirnya, sesuai dengan tema OIM FTUI tahun ini, yaitu “Ragam Budaya, Satu Nusantara ”, maka, sekaligus mengutip Alim Rafi, Project Officer OIM FTUI 2018 , “Diharapkan mahasiswa memaksimalkan kreativitasnya agar berguna bagi Teknik, UI, dan Indonesia.”

Acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan sambutan oleh sang PO , yaitu Alim. Kursi-kursi di ruangan itu penuh dengan peserta dan juga pendukung-pendukung mereka. Pembacaan juara membuat keadaan semakin tegang dan berdebar. Setiap kejayaan dilambangkan dengan piala berwarna keemasan. Sorak kegembiraan tak henti terlontarkan dari para hadirin.

Terdapat 7 kategori yang diperlombakan dalam OIM FTUI 2018, yaitu; Debat Bahasa Indonesia, Debat Bahasa Inggris, Kuis, Essay, Poster Inspiratif, Persembahan Departemen, dan Program Kreativitas Mahasiswa. Debat diperlombakan dengan cara argumentasi antar posisi pro dan kontra menggenai sebuah isu. Setiap tim terdiri dari 3 orang. Berbeda  dengan tim perlombaan Kuis  yang berisikan 10 orang. Kuis sendiri diperlombakan melalui serangkaian pertanyaan-pertanyaan umum. Perlombaan Essay merupakan wadah penuangan ide melalui karya tulis dan Perlombaan Poster melalui gambar grafis. Adapula Persembahan Departemen untuk menarik perhatian mahasiswa teknik. Terakhir, adalah PKM yang melingkupi; Artikel Ilmiah, Gagasan Tertulis, Kewirausahaan, Karsa Cipta, Pengabdian Masyarakat, dan Teknologi.

Gelar Juara  Umum dibawa pulang oleh Departemen Teknik Metalurgi dan Material dengan total point 26,5. DTMM berhasil meraih; Juara 1 Debat Bahasa Indonesia, Juara 1 PKM GT bersama DTE, Juara 1 PKM P dan juga PKM T, serta juara 2 PKM M. Departemen Teknik Kimia dan Departemen Elektro mengikuti dibelakang dengan total poin 24,5 dan 19.

Foto bersama Departemen Teknik Metalurgi dan Material saat penutupan OIM FTUI 2018.

Sumber: Instagam @immt_ftui

Adapula pengumuman juara Pesembahan Departemen dengan peringat pertama diduduki oleh Departemen Arsitektur, Departemen Teknik Kimia di peringkat kedua, dan Departemen Teknik Metalurgi dan Material di peringkat ketiga. Persembahan dari DA terinspirasi oleh  Kepulauan Riau, sedangkan DTK dari Nusa Tenggara Timur dan DTMM dari Kalimantan Timur.

Persembahan Departemen Arsitektur yang terinspirasi oleh Kepulauan Riau.

Sumber: Instagram @ima_ftui

Tepuk tangan apresiasi terus-menerus   diberikan oleh para penonton. Mulai dari pembacaan kategori hingga dokumentasi penerimaan piala. Acara selesai pada pukul 22.00. Namun para hadirin tidak langsung pulang. Tiap kontingen melakukan sedikit selebrasi dan dokumentasi. Acara ini ditutup dengan senyuman. Terlepas dari kilauan piala, setiap mata berbinar, siap untuk berkarya lebih banyak lagi.

 

Penulis: Monica Andrea R.M.

Editor: Ali Hamdani dan Abiyyah



MWA UI UM Ajak Kolaborasi Lembaga IKM FTUI Kawal Berbagai Isu

Selasa, 3 April 2018, Kantin Teknik diramaikan dengan kehadiran Badan Kelengkapan Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa (BK MWA UI UM) yang sedang melaksanakan safari fakultas. Sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh perwakilan lembaga IKM FTUI serta beberapa warga Teknik ini dilaksanakan guna menyampaikan fungsi, peran, program kerja, dan urgensi MWA UI UM.

Althof Endawansa, mahasiswa FIA 2015 yang menjabat Sekretaris Jendral BK MWA UI UM 2018 dalam presentasinya menyampaikan bahwa, tahun ini MWA UI UM memiliki beberapa fokusan isu yang akan digarap oleh pansus-pansus, diantaranya Pansus SDM & Budaya, Tata Kelola, Sarana dan Dana, serta Rumah Sakit dan Pendidikan. Pansus tersebut secara intensif akan mengawal perkembangan dan dinamika yang terjadi sehingga akan tetap dalam kontrol mahasiswa. “Di Desember 2018, pembangunan gedung Fasilkom sudah mencapai 80%. Lalu untuk operasional Rumah Sakit UI, sekitar Juni 2018” jawab Althof ketika ditanya bagaimana perkembangan pembangunan yang marak dilakukan di UI akhir-akhir ini.

Selain mengenai program kerja dan isu-isu yang akan dibahas, MWA UI UM 2018 membeberkan hasil analisis terkait RKAT UI dan FT tahun 2018 dimana UI merupakan PTN BH yang idealnya mencari pendanaan secara mandiri. Dari hasil analisisnya, status PTN-BH telah dilaksanakan dengan baik oleh Manajemen FT UI. Hal ini terbukti dari persentase rencana pemasukan antara ventura dengan dana pendidikan (Biaya Pendidikan, Biaya Operasional Pendidikan, Dana Pengembangan, dan Dana Penunjang Pendidikan) mendekati 50:50. Althof menjelaskan kondisi ini termasuk yang terbaik di UI jika dibandingkan dengan fakultas lain.

Althof berharap, bersama seluruh lembaga IKM FTUI, untuk terus memantau pemasukan ventura yang meningkat sehingga FTUI tidak lagi bergantung pada dana pendidikan. Ia juga menjelaskan bahwa data RKAT Fakultas maupun Rektorat tidak boleh disebarkan mentah secara sembarangan pada publik karena dapat memicu polemik di masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi BK MWA UI UM di setiap fakultas menjadi sangat penting untuk dihadiri mahasiswa, “Agar dari FT dapat tahu kondisi keuangan FT. Dengan awareness yang dimiliki, mereka bisa ikut mengawal,” jelas Althof dalam sesi pertanyaan warga. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi seluruh lembaga IKM FTUI dalam merespon masalah-masalah yang terjadi sangatlah penting, karena lembaga di fakultas masing-masing yang langsung menyentuh mahasiswa.

Acara yang dimulai pada 17.30 ini diakhiri pada pukul 18.30 dengan penyerahan sertifikat dan pernyataan terakhir Althof bahwa mahasiswa UI perlu menyadari pada bulan Mei akan ada evaluasi rektor, menuju Pemilihan Rektor UI di tahun 2019. “Kita perlu evaluasi bareng-bareng, apakah Pak Anis telah mencapai target-targetnya, atau belum?” tutup Althof mengakhiri kegiatan Safari Fakultas BK MWA UI UM 2018 di Fakultas Teknik.

Penulis : Naufal Farras Fajar



Opening OIM FTUI 2018

Kegiatan Pembukaan OIM FTUI 2018, merupakan salah satu rangkaian acara OIM FTUI 2018. Kegiatan tersebut diawali dengan menyanyikan Mars Teknik dan yel-yel Teknik. Kemudian, disambut oleh Bapak Dr. Ir. Muhamad Asvial, M.Eng. sebagai perwakilan daripihak dekanat. Beliau sangat mendukung kegiatan OIM FT UI ini. Menurut beliau kegiatan ini sangat positif dan dapat mengembangkan bakat dan minat mahasiswa Teknik. Kemudian, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua BEM FTUI Davigara. Dia mengatakan OIM FTUI ini adalah ajang untuk berkompetisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lalu, sambutan ketiga disampaikan oleh PO OIM FTUI 2018 Alim Rafi. Dia mengatakan OIM FTUI 2018 ini dirancang untuk meningkatkan iklim keilmiahan di Fakultas Teknik dan tujuan OIM FTUI ini bertujuan untuk mempersiapkan kontingen menuju OIM UI. Dia berharap para kontingen OIM FTUI 2018 memaksimalkan kreativitasnya untuk kegiatan ini agar berguna di Teknik, UI dan Indonesia. Kemudian kegiatan OIM FTUI 2018 diresmikan oleh Davigara dan Alim Rafi

Kegiatan acara ini dlanjutkan dengan adanya persembahan dari departemen yang ada di FTUI ini. Persembahan departemen diawali dengan persembahan Departemen Elektro. Kemudian, dilanjutankan persembahan Departemen Arsitektur, Departemen Mesin, Program Internasional, Departemen Industri, Departemen Sipil, Departemen Teknik Kimia, dan persembahan departemen yang terakhir adalah persembahan Departemen Material dan Metalurgi.

Dalam pembukaan OIM FTUI 2018 ini diadakan di ruang K.301. Audiensi yang hadir dalam acara ini sangat banyak. Hal ini menunjukan antusias warga teknik dalam kegiatan OIM FTUI 2018 sangat tinggi. Ditambah lagi saat setiap departemen menunjukan persembahan departemennya masing masing, suasana yang tergambarkan pada saat itu menunjukan bahwa setiap departemen siap untuk berpartisipasi dalam OIM FTUI 2018. Namun, saat beberapa departemen menunjukan persembahan departemennya, terjadi kesalahan teknis, yaitu mic yang digunakan tidak berfungsi dengan baik. Tetapi, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme audiensi untuk menikmati acara tersebut secara keseluruhan.

 



ISEEC 2018, Seminar Sampai Lomba Ribuan Dolar

Industrial System and Engineering Competition atau biasa dikenal dengan ISEEC merupakan salah satu lomba keilmuan teknik industri lingkup internasional yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia setiap tahunnya. Acara yang sebelumnya bernama Lomba Keilmuan Teknik Industri ini diselenggarakan pada tanggal ( 19/02/18 ) untuk opening , hingga selesai pengumuman pada tanggal (23/02/18 ).

Untuk kegiatan opening acara dibuka pada pukul 12.30 bertempatan di  Margo Hotel, Depok, dimulai dengan sambutan dari PO ISEEC 2018 Muna Febi Afiyanti, Ketua IMTI 2018 Ademas Muhammad Danisworo , Kepala Departemen Teknik Industri UI, dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dr. Ir. Agus Santoso, M.Sc.

Terdapat beberapa rangkaian acara yang harus diikuti oleh 20 tim finalis dari berbagai macam universitas, rangkaian acara tersebut seperti Pengenalan peserta, pemukulan gong, penyerahan plakat, penampilan tari tradisional dari SMAN 2 Depok (Apsari Nusantara), serta seminar dan talkshow oleh seluruh pembicara (narasumber) yang terkenal dan unggul di bidangnya.

Seminar seminar tersebut disampaikan oleh Director of Engineering & Operation PT Angkasa Pura II ,Djoko Murjatmodjo lalu seminar selanjutnya oleh Senior Manager Quality & Standarization PT Gapura Angkasa , Yan Ardianto dan Chairman of CSE Aviation Commisioner , Chappy Hakim .

Sedangkan acara penutup dilaksanakan di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia pada pukul 15:00 WIB dengan rangkaian acara sambutan dari Project Officer ISEEC 2018, fun games, penampilan tari tradisional oleh Siti Aisyah dan Tania Arvianti (Teknik Industri 2017), penampilan musik dari Ezra HiVi (Mahasiswa S2 Teknik Industri) bersama Yulita Amirah (Teknik Industri 2015), dan inti dari acara penutup tersebut adalah pengumuman pemenang serangkaian lomba pada ISEEC 2018. Pemenang ISEEC 2018 adalah tim Vollant Opportuna dari Institut Teknologi Bandung. Pemenang ISEEC 2018 berhak mendapatkan uang sebesar US$4000 , merchendise , rangkaian bunga serta sertifikat .



Art Night, Kolaborasi Seni BEM FTUI dengan BKST

Art Night 2018 (Dok. Teknika FTUI)

Tepat pada hari Selasa, 13 Februari 2018 BEM FTUI 2018 berkolaborasi dengan Bengkel Kreasi Seni Teknik atau yang sering disebut dengan BKST, mengadakan Grand Launching Art Night. Art Night diselenggarakan pada pukul 17.00 di Kantin Teknik dengan memainkan nuansa gemerlap lampu yang berwarna.

Terdapat beberapa pertunjukan menarik yang ditampilkan di acara ini, diantaranya pemutaran film UI Art War dari Fakultas Teknik, modern dance, vocal group, pemutaran video seni dan solo vocal. Lagu yang sempat dimainkan pada art night diantaranya, Light it Up dari Fall Out Boy, Believer dari Imagine Dragons, dan The Greatest Show. Acara ini mendapatkan antusias yang cukup banyak dari Warga teknik dan merupakan cerminan awal seni teknik di tahun 2018. (Himawan Nurcahyanto – E’15)



Oil and Gas 101, Mengenal Oil and Gas

Pada hari Selasa, 13 Februari 2018, telah berlangsung sebuah Guest Lecture yang bertemakan “Introduction to Oil & Gas” di ruang Chevron FTUI. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara dua KPD Departemen Teknik Kimia yaitu SPE UISC dan IATMI SMUI untuk memberikan overview terkait kemigasan kepada mahasiswa Teknik yang meliputi pengetahuan dari proses eksplorasi untuk menemukan dan mensurvey lapangan yang mengandung minyak bumi dan gas, drilling untuk mengekstrak minyak bumi dan gas dari perut bumi, hingga produksi minyak bumi dan gas mentah menjadi berbagai produk untuk bahan bakar kendaraan bermotor ataupun menjadi bahan baku untuk berbagai macam industri petrokimia.

Overview terkait ekplorasi migas disampaikan oleh Karwin bin Catim dan Bernad Peter Harison, dua senior gelologist dan geophysicist dari PT Pacific Oil & Gas Indonesia, overview terkait drilling migas disampaikan oleh Desmawati Rahmadona, Sr. Specialist Drilling dari PT Pertamina Upstream Technology Center (persero), sedangkan overview tentang produksi dan pengolahan minyak bumi dan gas disampaikan oleh Didik Susilo, seorang advisor production research dari PT Pertamina Upstream Technology Center (persero).

(Ahmad Rafif– TK 15)



Presiden RI Jokowi di Dies Natalis UI ke-68 : Jangan Terjebak Rutinitas!

Suasana Dies Natalis UI ke 68 (2/2)

Perayaan Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 yang berlangsung Jumat (2/2/2018) di Balairung UI, Depok terasa ‘lebih’ meriah, hal ini disebabkan oleh kedatangan Presiden RI, Ir. Joko Widodo atas undangan civitas akademika UI. Jokowi berterimakasih kepada kampus UI karena tetap konsisten dalam menelurkan generasi yang pintar, terbukti dari banyaknya pembantu presiden yang merupakan alumni UI, yaitu Darmin Nasution (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia), Sofyan Djalil (Kementerian Agraria dan Tata Ruang), Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Nila F. Moeloek (Menteri Kesehatan), Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Bambang S. Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ), Moeldoko (Kepala Staf kepresidenan), Johan Budi (Juru Bicara Kepresidenan), dan Sukardi Rinakit (Tim Komunikasi Presiden).

 

Suasana Pidato Presiden Joko Widodo pada Dies Natalis UI ke 68 (2/2)

Dalam pidatonya, Jokowi menjelaskan ada dua hal besar yang perlu dicapai untuk Indonesia yang maju. Yang pertama adalah investasi infrastruktur yang sedang aktif dikerjakan oleh pemerintah. Pada kesempatan tersebut beliau menampilkan beberapa gambar dan video terkait pembangunan infrastruktur Trans Papua serta Pos Perbatasan RI. Yang kedua, beliau menjelaskan pentingnya investasi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, Indonesia harus cepat dalam beradaptasi sehingga tidak ketinggalan dengan negara-negara lain.  Era distruptif juga menuntut pendidikan tinggi untuk selalu produktif dalam menghadapi perubahan zaman serta menjadi penopang ekosistem ekonomi nasional dan memenangkan Indonesia dalam kompetisi global.

 

Hal terpenting yang ditekankan beliau adalah seluruh elemen kampus jangan sampai terjebak dalam rutinitas, namun harus agresif dalam memberikan inovasi dan terobosan. Beliau menambahkan bahwa seluruh hal seperti sistem akademis, kurikulum, dan kualitas Sumber Daya Manusia, harus diperbaharui oleh kampus sebagai penunjang mahasiswa dan dosen lintas ilmu.

 

“Saya yakin, Universitas Indonesia mampu memberikan kontribusi besar bagi Indonesia maju yang kita cita-citakan. Selamat ulang tahun ke-68, Dirgahayu Universitas Indonesia, pandulah Indonesia menuju masa depan nan jaya, Indonesia maju,” ujar Jokowi sebagai penutup pidatonya.

 

Ditulis oleh Sutan Akbar O.S, Ketua MPM FTUI 2018 – Kontributor Teknika FTUI 2018



Semua Kumpul di Full Kumpul FTUI

Dosen, karyawan, mahasiswa, hingga alumni Minggu (14/01/2018) terlihat ramai berkumpul
di Lapangan Dekanat FTUI. Gelak tawa dan suasana yang riang gembira tergambar jelas
dalam acara “Full kumpul FTUI” yang digagas oleh ILUNI FTUI bekerjasama dengan
Dekanat dan BEM FTUI.

Acara ini dimulai dengan bersepeda ria bersama mengelilingi jalan lingkar luar Kampus UI
Depok pada pukul 06.40 pagi. Acara dilanjutkan di Lapangan Dekanat FTUI yang telah
dibangun panggung. Opening ceremony dimulai pada pukul 08.30 dengan pembukaan oleh
Bang Teten Derichard sebagai Ketua Iluni FTUI. Beliau mengucapkan terima kasih kepada
Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA atas kiprahnya selama menjadi Dekan FTUI periode 2013-
2017. Selain itu, beliau juga memberikan ucapan selamat kepada Bapak Dr. Ir. Hendri D.S.
Budiono, M.Eng dan mengharapkan FTUI yang lebih baik nanti saat beliau mengemban
amanah sebagai Dekan FTUI untuk periode 2018-2022. Setelah itu, dilakukan pemberian
cinderamata oleh ILUNI FTUI kepada Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA. Dalam kegiatan ini
hadir pula Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met yang mengapresiasi acara ini
karena di awal tahun, dekan baru yang telah membuat terobosan untuk memperkenalkan
program kerjanya. Beliau berharap alumni punya peran lebih untuk memajukan fakultasnya
karena kesuksesan Fakultas Teknik ditentukan oleh civitas akademikanya plus alumni. Lebih
maju dalam artian majunya eksponensial, tidak hanya linier.

Acara ini dilanjutkan dengan foto bersama, hiburan berupa live music, dan makan bersama.
Seluruh elemen FTUI, yaitu Dekanat, Dosen, Alumni, dan Mahasiswa tumpek bleg
menikmati berbagai macam hidangan yang disediakan di berbagai stand yang didirikan di
parkiran sekitar Lapangan Dekanat, mulai dari sate, soto, aneka kue basah dan buah, hingga
satu truk penuh durian. Seakan tak mau kalah dengan semangat alumni dan mahasiswa,
Bapak Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng unjuk kebolehannya sebagai seorang barista.
Bang Teten menyampaikan bahwa ide ini sederhana, yaitu kumpul awal tahun yang
berbarengan dengan pergantian Dekan FTUI. Kali ini sedikit berbeda karena seluruh
komunitas ILUNI FTUI yakni Golf, Gowes, FTUI Runners, dan sepakbola berkumpul
bersama dan saling menyumbang. “Dengan persiapannya hanya 10 hari, membuktikan bahwa
alumni dan FTUI ternyata mudah bersinergi. Sinergi yang bagus bisa menghasilkan program-
program yang ada” Bapak Hendri menambahkan.

Beyond Engineering Expectation : Untuk FTUI yang Unggul Bersama Alumni

Acara ini semakin mempertegas bahwa alumni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
civitas akademika FTUI seperti apa yang disampaikan oleh Bang Teten. Senada dengan Bang
Teten, Pak Hendri juga menyampaikan bahwa kualitas alumni juga menentukan rangking
sebuah fakultas atau universitas. “Fakultas Teknik besar bukan karena Fakultasnya yang
hebat, tetapi karena alumninya yang hebat. Tanpa alumni yang hebat, QS rangking nggak
akan ada ‘bunyi’nya karena employability ada 20% nilainya. Pengakuan dunia luar terhadap
proses belajar diperlihatkan dari alumninya,” jelasnya.

Salah satu program terobosan kedepan adalah program persiapan sekolah profesi di tingkat
internasional. “FTUI akan membuka sekolah kecil-kecilan sehingga dia (mahasiswa -red)
bisa di recognize ke sekolah internasional. Satu-satunya negara yang belum menerapkan
program-program itu cuma Indonesia. Sehingga kita tidak bisa mengirimkan mahasiswa
untuk bekerja di luar negeri karena tidak ada publikasi internasionalnya. Oleh karena itu,
FTUI akan membuat, didukung oleh alumni.” kata Pak Hendri.

Peran alumni begitu pentingdalam mensukseskan program ini, “Harus ada kerja bareng praktek yang ada insinyur
profesional, kalau kayak gini mau nggak mau kerjanya harus kenceng banget FTUI dengan
alumninya. Makanya komunikasi harus lancar supaya tahu dimana alumni yang profesional”
jelas Bang Teten.

Meskipun di tahun 2018 ini kepengurusan ILUNI FTUI akan segera
demisioner pada Februari nanti, namun Bang Teten menyampaikan bahwa dalam beberapa
tahun terakhir kerjasama antara ILUNI, BEM, dengan Dekanat sangat baik dan bekerja
dengan kompak. Seluruh elemen ikut bergabung, dengan satu semangat untuk FTUI. Seluruh
elemen memiliki porsi masing-masing dan kedepannya masih banyak hal yang perlu
dikembangkan sehingga lebih banyak lagi alumni yang terpanggil membantu almamaternya.

Manajemen FTUI 2018-2022 : Semangat Baru, Harapan Baru

Dalam sesi pengenalan program kerja, Pak Hendri menjelaskan mottonya “Beyond
Engineering Expectation” yang ia singkat menjadi BE 2 , bukan BE2, karena mimpinya adalah
meningkatkan kualitas teknik secara eksponensial, tidak hanya linear. Beliau juga
menyampaikan mimpinya untuk mengembangkan sistem belajar di FTUI dari semula
teaching menjadi learning, serta membuat berbagai inovasi pendidikan dengan
memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan menggunakan aplikasi berbasis android.

“FTUI kedepan di support alumni dalam 4 pilar, yaitu : 1. Engineering Management; 2. IT
Integration; 3. Applied Research; 4. FTUI Enterprising. FTUI Enterprising maksudnya adalah
membangun bisnis FTUI dari hasil penelitian dosen FTUI agar bisa diminati masyarakat.”
ujar Pak Hendri. Beliau juga menambahkan bahwa bukan tidak mungkin selama 4 tahun
kedepan, FTUI akan menghasilkan program community development 4.0 yang dapat
dinikmati oleh masyarakat. Pak Dedi selaku Dekan periode sebelumnya menegaskan bahwa
saat ini sudah berdiri PT. Kinarya Inovasi Makara (KIM) sebagai sebuah startup company
bagi anak muda-muda yang ingin belajar bisnis sekaligus hilirisasi produk riset dosen,
sehingga harapannya dapat meningkatkan pendapatan FTUI selain dari BOP (Biaya
Operasional Pendidikan) Mahasiswa untuk terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan
pendidikan di FTUI.

Dalam acara ini, Pak Hendri juga memanggil para wakil dekan, manajer, serta kepala dan
wakil kepala departemen yang akan menjabat bersamanya 4 tahun ke depan. Rencananya
dalam beberapa hari ke depan akan segera disahkan SK Rektor. (AH/NF)

Dokumentasi Lainnya Kunjungi pranala berikut ini