DAFTAR BACA:

  • Open Recruitment CEO TEKNIKA FTUI 2020

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • THE 17TH CIVIL ENGINEERING NATIONAL SUMMIT UNIVERSITAS INDONESIA

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peringati HUT IKM FTUI ke-48 Tahun, Mahasiswa FTUI Ikut Aksi Tuntaskan Reformasi Bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Warisan BJ Habibie Untuk Indonesia dan Dunia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Masih Perlukah Kita MUKER?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • MUKER 9 IKM FTUI: Panggung untuk Kalibrasikan IKM atau Bubarkan IKM?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Roket Falcon 9 SpaceX Bawa Satelit Nusantara Satu Terbang ke Angkasa.

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peresmian Musholla Teknik Next Level

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Akun Instagram @ui.cantik Noda di Almamater

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Netizen Ribut di Timeline, Teknik Juara Olimpiade UI Jangan Dilupakan!

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Intip Sosok Pemimpin IKM FTUI 2019 Lewat Pemira

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Setelah Mundur Satu Hari Pemungutan Suara untuk Pemira FTUI Resmi dibuka

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Yuk, Membahas Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan Bersama CENS UI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Pandji Pragiwaksono ajak Mahasiswa Baru FTUI Berkarya untuk Indonesia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Keindahan Orkestra dalam Dies Natalis ke-54 FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Buka Puasa Bersama Alumni di Affogato Coffee yang Penuh Kesan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Potret Kejujuran Mahasiswa FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Istilah “Wibu” Yang Dipermasalahkan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Meski Sementara, Harus Tetap Nyaman: Analisa Mikro dan Makro Musala Teknik Sementara

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Seminar Fintech UI dan Dana Cita “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead”

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • 2,8 Miliar Donasi Terkumpul, Renovasi Mustek Resmi Dimulai

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Hari Buruh Internasional: Serikat Buruh Sampai Pekerja Honorer

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Kerja Sosial FTUI 2018: Pengabdian FTUI kepada Masyarakat Desa Cikarae Thoyyibah

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Mungkinkah LPJ IKM FTUI Bertransformasi?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Saham Uber Dicaplok Grab

    oleh admin, administrator
  • Mendengarkan Musik dan GPS Sambil Berkendara Ditilang?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Ketua BEM UI Acungkan ‘Kartu Kuning’, Tanggapan BEM FT ?

    oleh Teknika FTUI, administrator

Mahathir Mohamad Turun Gunung: Keberhasilan Politik atau Kegagalan Regenerasi?

Pemilihan Umum Malaysia tahun 2018 memberikan hasil yang mengejutkan banyak pihak. Ialah Mahathir Mohamad yang terpilih menjadi perdana menteri di usianya 92 tahun, menggantikan Najib Razak. Tahta kekuasaan yang dulu pernah dijalaninya pada 16 Juli 1981 – 31 Oktober 2003 itu kini kembali diraihnya setelah meruntuhkan kekuasaan Najib Razak yang telah berkuasa sejak tahun 2009. Ia merupakan tokoh yang dianggap berhasil melakukan modernisasi dan pertumbuhan ekonomi pesat Malaysia di kala itu. Meskipun ia pernah memecat Wakil Perdana Menterinya, Anwar Ibrahim karena bersitegang pada tahun 1998 dan memasukkannya ke jeruji besi, kini ia kembali menggandeng rekannya itu dalam koalisinya. Ia semakin meneguhkan sebagai pemimpin yang dicintai rakyat Malaysia.

Politisi yang berusia sangat senior itu membuktikan kemampuannya dalam memainkan peran politik apik nan elegan. Sejarah mencatat bahwa ia berhasil mempertahankan perebutan kursi ketua partai UMNO dari lawan politiknya sehingga tradisi partai UMNO menjadi pemenang pemilu Malaysia terus dipertahankan sejak Perdana Menteri ke-1 sampai ke-6 yang berasal dari Partai UMNO (Tunku Abdul Rahman, Tun Abdul Razak, Tun Hussein Onn, Tun Dr Mahathir Mohamad, Tun Abdullah Ahmad Badawi, dan Dato’ Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak) dengan koalisinya Barisan Nasional (BN). Hingga pada akhirnya, setelah 22 tahun memerintah, pada musyawarah nasional UMNO tahun 2002, ia mengumumkan pengunduran dirinya. Sempat ditolak oleh para pendukungnya, kemudian ia tetap menjabat sampai Oktober 2003 sambil mempersiapkan peralihan kekuasaan kepada penggantinya, Abdullah Badawi.

Setelah resmi mundurnya Mahathir, banyak pihak menilai ia akan absen dalam pertarungan politik. Namun kenyataannya Mahathir terus menjadi tokoh politik aktif dengan sering melontarkan kritik pada penggantinya yang juga anak didikannya sendiri, yaitu Abdullah Ahmad Badawi dan Najib Razak. Ketidakpuasannya memuncak ketika pada tahun 2016, UMNO terus mendukung PM Najib Razak meskipun telah terjerat skandal 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad, yaitu skandal Najib Razak yang mentransfer lebih dari RM 2.67 miliar (hampir USD 700 juta) dari 1MDB, perusahaan pembangunan strategis milik pemerintah, ke rekening bank pribadinya. Ketidakpuasannya itu ia tuangkan dalam aksinya keluar dari UMNO dan membentuk partai sendiri yang ia ketuai sendiri yaitu Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM).

Keputusannya untuk turun gunung dengan kembali aktif menjadi ketua partai mengantarkan ia kembali menjadi calon Perdana Menteri mewakili koalisi Pakatan Harapan yang selama ini menjadi pihak oposisi Barisan Nasional yang ia pimpin dulu. Citranya yang memikat masyarakat Malaysia ternyata mampu mengalahkan enam dekade kekuasaan koalisi BN. Bersama Anwar Ibrahim, kini ia resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia. Dalam kontrak politiknya, ia berencana mengampuni Anwar Ibrahim yang saat ini sedang dilanda kasus sodomi dan akan menyerahkan kekuasaannya kepada Anwar setelah dua tahun.

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim saat masih menjabat sebagai PM Malaysia dan Deputi PM pada 1997 (AFP)

Kemenangan yang Berjalan Mulus

Menilik perjalanan politik Mahathir Mohamad di negaranya, mungkin tak se’seru’ pertarungan politik di Indonesia. Intrik dan permainan politik di Indonesia bisa jadi lebih menguras pikiran politikus sehingga terkadang mereka lupa akan misinya membawa kesejahteraan rakyat. Kemenangan Mahathir Mohamad kali ini juga disikapi dengan baik oleh Tun Najib Razak. Sebagai incumbent, ia lapang dada dengan kekalahannya dengan berkomitmen mengawal transisi pemerintahan federal secara baik, dikutip dari laman Twitter-nya.

Cuitan Tun Najib Razak yang menyatakan bahwa pihaknya menerima kekalahan dan akan memuluskan transisi pemerintahan (Sumber : twitter.com)

Selain itu, dengan kekalahan tersebut Najib Razak juga telah menegaskan bahwa tidak ada kecurangan dalam proses pemilu. “Saya menerima, rekan-rekan saya juga sudah menerima,” kata dia seperti dikutip dari CNBC. Ia menambahkan bahwa koalisinya berkomitmen menghormati prinsip-prinsip parlemen yang demokratis. Dengan pernyataan tersebut Mahathir dapat dipastikan melenggang lancar menjadi Perdana Menteri tanpa adanya penolakan atau klaim kecurangan seperti yang terjadi di Pemilu Presiden RI pada tahun 2014 lalu.

Pemandangan ribut-ribut itu tidak terlihat pasca pertarungan politik Malaysia. Sikap positif pihak kalah yang sudah ‘legowo’, juga ditunjukkan serupa oleh pihak pemenang. Mahathir Mohamad mengisyarakatkan warga Malaysia agar tertib dan ia menginginkan transisi yang aman dan damai. Mahathir juga melontarkan pernyataan menyejukkan dengan menjelaskan Pakatan Harapan tidak akan balas ‘dendam’. Ia akan membiarkan proses hukum Nadjib Razak berjalan sebagaimana mestinya seperti dikutip dari Tirto (13/05/2018). Pada intinya, proses pemilihan Malaysia yang ‘panas’ ini berakhir dengan ‘mulus-mulus saja’.

Meskipun proses politik berjalan lancar, namun perlawanannya terhadap Barisan Nasional plus kemenangannya menaklukkan mantan kendaraan kekuasan Mahathir itu akan dicatat sejarah sebagai sebuah ironi. Bisa jadi, ia akan dianggap sebagai mantan perdana menteri yang tidak puas dengan anak didiknya, lalu memilih beraksi langsung untuk menjatuhkan anak didiknya sendiri. Dengan usianya yang sudah senja, begitu pula dengan usia Anwar Ibrahim -saat ini 70 tahun- menandakan bahwa regenerasi tokoh politik di negara tersebut tak berjalan dengan semestinya. Politikus yang lahir pada 10 Juli 1925 itu merasa, memilih Najib Nazak sebagai anak didik dan membukakannya jalan ke pucuk kepemimpinan Malaysia adalah kesalahan terbesarnya. Ia merasa harus mengakhirinya dengan munculnya ia sebagai figur pahlawan yang menyelamatkan negaranya namun absen memunculkan tokoh pemimpin muda.

Foto Presiden Republik Indonesia pertama sampai ketujuh (Sumber: merdeka.com)

Di saat negara Indonesia sudah berbicara tentang pemimpin muda (Presiden Soekarno menjabat Presiden RI di usia 44 tahun, Soeharto di usia 46 tahun, BJ Habibie 61 tahun, Abdurrahman Wahid 59 tahun, Megawati 53 tahun, Susilo Bambang Yudhoyono 55 tahun, dan Joko Widodo di usia 53 tahun), fakta menyebutkan bahwa negara Malaysia terus berkutat dengan pemimpin-pemimpin senior dengan usia lebih dari 60 tahun.

Pemuda dan Pergeseran Politik

Dari sudut pandang ekonomi dan pembangunan, memang tingkat perubahan politik yang tidak terlalu bergejolak akan berdampak positif. Hal ini terbukti dengan kemajuan negara Malaysia yang sudah cukup jauh meninggalkan bangsa Indonesia dari berbagai aspek. Namun, kembalinya PM Mahathir yang hampir berusia satu abad itu juga mengindikasikan tidak adanya sosok pembaharu atau revolusi dari kalangan pemuda.

Data SUPAS tahun 2015 merilis angka ketergantungan penduduk Indonesia sebesar 49,2 yang artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung beban sebanyak sekitar 49 penduduk usia nonproduktif. Dengan kondisi tersebut, pada 2020-2030 mendatang akan muncul bonus demografi yaitu peluang yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif (usia kurang dari 15 tahun dan di atas 65 tahun). Kondisi ini akan sangat menguntungkan Indonesia dari segi ekonomi, kesejahteraan, dan kesempatan untuk regenerasi politikus-politikus muda apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Dibandingkan dengan bonus demografi Indonesia, kondisi Malaysia justru berbalik 180 derajat. Dilansir dari berita lokal Malaysia utusan.com, menjelaskan bahwa pada 2030 negara tersebut akan menjadi negara tua dimana warga emas atau warga yang berusia 60 tahun mencapai 15% dari total penduduk Malaysia.

Partai Solidaritas Indonesia, partai yang baru saja lolos verifikasi Pemilu 2019 ini didominasi oleh anak-anak muda (Foto: google.com)

Jika masyarakat Indonesia jeli melihat fenomena ini, tentu kita patut bersyukur dan mampu menjadi pelecut motivasi pemuda Indonesia. Pidato Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, akan kuguncangkan dunia” harus terus berada di benak pemuda Indonesia bahwa ia adalah sebaik-baik aset bangsa. Sebut saja Tsamara Amany dari Partai Solidaritas Indonesia yang saat ini berusia 21 tahun, Emil Dardak yang sedang maju menjadi cawagub Jawa Timur berusia 33 tahun, Meutya Hafid politisi Golkar yang berusia 40 tahun, hingga Ridwan Kamil yang berusia 46 tahun. Memang sudah seharusnya pemuda lah yang mampu menentukan nasib bangsanya untuk terus maju ke depan, termasuk munculnya kader-kader politik muda yang berwawasan luas membentang, memiliki ide cemerlang, dan berkepribadian matang yang siap menggantikan politikus senior yang sudah terlalu lama berkuasa, karena pada akhirnya, politikus yang terlalu lama berkuasa hanya akan memupuk sifat tamak dan rakus serta menghambat kemajuan bangsa dan negara tercinta ini.

 

Penulis : Naufal Farras Fajar

 

 



Rusia Mengembangkan Persenjataan Nuklir untuk Menandingi AS?

1 Maret 2018 – “Rusia telah mengembangkan jajaran senjata nuklir baru yang tak tertandingi,” kata Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pidato tahunan mengenai kebijakannya menjelang pemilihan presiden 17 hari sesudahnya.

Senjata baru yang disebutkannya antara lain rudal jelajah yang dikatakan dapat mencapai titik manapun di dunia. Dalam pidatonya yang dilengkapi dengan video infografik, ia mengatakan, “Mereka perlu memperhitungkan realitas baru ini, dan memahami bahwa (ini) bukan sesumbar.”

Melalui pidato dua jam di hadapan kedua majelis parlemen, dia mengatakan bahwa sistem baru senjata tersebut merupakan jawaban Rusia terhadap pengembangan sistem pertahanan rudal AS. “Mereka tidak mau mendengarkan kita, (maka) sekarang dengarkan.” Tegas Presiden Putin dalam pidatonya. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, “Tentu saja sangat disayangkan menyaksikan animasi video yang menggambarkan serangan nuklir ke Amerika Serikat.” Kemudian ia menyebut bahwa ini bukan “perilaku pemain internasional yang bertanggung jawab.”

Tampilan dari Rudal yang baru dikembangkan Rusia (Sumber: youtube.com/RT)

Rudal jenis pertama adalah Kinzhal. Rudal ini, dikatakan oleh media nasional Rusia, Russian Today (RT), sebagai peluru kendali yang dapat diluncurkan dari pesawat tempur Mig-31 dan memiliki sistem hipersonik. Rudal ini dapat melaju dengan kecepatan yang setara dengan 10 kali lipat kecepatan suara dan mampu dengan mudah menghindari sistem pertahanan anti rudal yang ada saat ini.

Kedua adalah Rudal Avangard yang dikatakan oleh Sang Presiden dapat terbang di atas lapisan atmosfer dan memiliki kecepatan melebihi 20 Mach. Sebelum diluncurkan, rudal ini dibawa terlebih dahulu oleh roket pendorong keluar atmosfer. Kemudian terjun menukik bak meteorit dengan suhu permukaan yang dapat mencapai 2000 derajat Celcius, namun masih dapat bermanuver untuk menghindari sistem anti rudal balistik yang ada.

Jenis yang ketiga adalah rudal balistik antar benua, Sarmat. Rudal balistik ini memiliki jangkauan tak terbatas, sehingga dapat terbang melalui Kutub Utara maupun Kutub Selatan terlebih dahulu untuk menghindari perisai rudal.

Keempat adalah Burevestnik, sebuah rudal jelajah bertenaga nuklir yang dibuat untuk menandingi rudal Tomahawk milik AS. Tomahawk hanya memiliki jarak jelajah sejauh 2500 km, sedangkan Burevestnik diklaim oleh Media Nasional Rusia, Russian Today (RT), dapat terbang sejauh apa pun untuk dapat menghindari perisai rudal.

Tampilan dari Laser Tempur Peresvet (Sumber: youtube.com/RT)

Jenis kelima adalah kapal selam tanpa awak bertenaga nuklir bawah air bernama Poseidon. Hal spesial dari Drone bawah laut ini adalah peluncurannya yang dilakukan dari kapal selam dan kecepatannya yang sangat tinggi sehingga sulit dideteksi atau dihentikan.

Selain itu, ada juga laser tempur yang masih dirahasiakan dan disebut sebagai Peresvet. Baru-baru ini, Rusia juga mengirim dua pesawat tempur tercanggihnya, Su-57, ke Suriah, meskipun pesawat-pesawat jet tempur “siluman” tersebut sekadar dikirim untuk ujicoba.

Penerbangan perdana pesawat tempur Su-57 milik Rusia (Sumber: rt.com)

 

 

Penulis : Ali Hamdani



Melihat Peluang Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2018

Logo Piala Thomas dan Uber 2018 yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand (Foto : bwfcorporate.com)

Piala Thomas dan Uber merupakan kompetisi kasta tertinggi pada cabang olahraga bulutangkis. Kompetisi ini digelar setiap dua tahun sekali dan diadakan dalam format beregu.

Pada tahun 2018 ini, Piala Thomas dan Uber akan digelar di Bangkok, Thailand dengan IMPACT Area sebagai tempat utama berlangsungnya kompetisi ini.

IMPACT Arena, Bangkok (Sumber : impact.co.th)

Dalam Kompetisi yang digelar pada tanggal 20 sampai 27 Mei 2018 ini, Timnas Thomas Indonesia berada pada grup B bersama Korea Selatan, Thailand, dan juga Kanada. Sementara Timnas Uber Indonesia berada pada Grup D bersama Malaysia, Tiongkok, dan Perancis.

Hasil undian grup yang menempatkan Indonesia di Grup B pada Thomas Cup dan Grup D pada Uber Cup (Sumber: bwfbadminton.com)

Melihat dari hasil undian Piala Thomas, Timnas Indonesia berpeluang lolos cukup besar tetapi lawan yang harus dihadapi Tim Indonesia cukuplah berat yaitu tuan rumah Thailand yang tentunya tidak akan mudah dikalahkan karena bermain dihadapan pendukungnya, serta Korea Selatan yang tentunya akan membalas kekalahannya di Semifinal piala Thomas 2016 atas Timnas Indonesia.

Laga berat akan dijalani Timnas Indonesia di Piala Uber, Pasalnya Timnas Indonesia harus bersaing dengan Tiongkok yang merupakan juara bertahan piala Uber 2016, Perancis yang merupakan wakil dari Eropa, serta Malaysia yang merupakan rival abadi Timnas Indonesia.

Berikut ini merupakan Jadwal Piala Thomas dan Uber 2018:

Penyisihan Grup

Minggu, 20 Mei 2018

09.00 WIB Indonesia vs Kanada (Piala Thomas Grup B)

Senin, 21 Mei 2018

14.00 WIB Indonesia vs Malaysia (Piala Uber Grup D)

Selasa, 22 Mei 2018

09.00 WIB Indonesia vs Perancis (Piala Uber Grup D)

19.00 WIB Indonesia vs Thailand (Piala Thomas Grup B)

Rabu, 23 Mei 2018

09.00 WIB Indonesia vs Tiongkok (Piala Uber Grup D)

Indonesia vs Korea (Piala Thomas Grup B)

Fase Gugur

Kamis, 24 Mei 2018

09.00, 14.00 dan 19.00 WIB Perempat Final Piala Thomas dan Uber

Jumat, 25 Mei 2018

12.00 WIB Semifinal Piala Uber

18.00 WIB Semifinal Piala Thomas

Sabtu, 26 Mei 2018

13.00 WIB Final Piala Uber

Minggu, 27 Mei 2018

13.00 WIB Final Piala Thomas

Timnas Indonesia di kompetisi Thomas dan Uber Cup 2018 (Sumber : metrotvnews.com)

PBSI Telah Mengumumkan skuad Timnas Indonesia yang akan berlaga pada Piala Thomas dan Uber 2018. Berikut merupakan nama – nama pemain yang akan berlaga pada Piala Thomas dan Uber 2018:

Timnas Piala Thomas Indonesia 2018

  • Tunggal Putra
  1. Anthony Sinisuka Ginting (Peringkat BWF: 11)
  2. Jonathan Cristie (Peringkat BWF: 14)
  3. Ihsan Maulana Mustofa (Peringkat BWF: 50)
  4. Firman Abdul Kholik (Peringkat BWF: 87)

 

  • Ganda Putra
  1. Markus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamulyo (Peringkat BWF: 1)
  2. Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto (Peringkat BWF: 12)
  3. Muhammad Ahsan, Hendra Setiawan (Peringkat BWF: 51)

Timnas Piala Uber Indonesia 2018

  • Tunggal Putri
  1. Fitriani (Peringkat BWF: 34)
  2. Gregoria Mariska Tunjung (Peringkat BWF: 38)
  3. Dinar Dyah Ayustine (Peringkat BWF: 43)
  4. Ruselli Hartawan (PeringkatBWF: 80)

 

  • Ganda Putri
  1. Greysia Polii, Apriani Rahayu (Peringkat BWF: 6)
  2. Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta (Peringkat BWF: 12)
  3. Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda (Peringkat BWF: 14)

Saat mengumumkan skuad Merah Putih, PBSI selaku Induk olahraga Bulutangkis di Indonesia juga mengungkapkan Target timnas Indonesia pada Piala Thomas dan Uber 2018. PBSI menargetkan Indonesia menjadi Juara pada Piala Thomas, hal ini diharapkan menjadi pembuktian karena pada tahun 2016, timnas Indonesia hanya menjadi Runner-up setelah ditundukan oleh Denmark di laga Pamungkas.

PBSI juga menilai skuad Merah Putih di Piala Thomas sudah layak untuk menjadi Juara pasalnya ganda putra terbaik dunia yaitu Kevin dan Markus sedang memuncak performanya ditambah lagi dengan kehadiran legenda ganda putra Indonesia yang pernah memuncaki peringkat satu dunia, Hendra dan Ahsan juga masuk dalam timnas Indonesia di Piala Thomas.Pada sektor tunggal putra ditempati Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Cristie yang berada pada peringkat 15 besar BWF serta proyeksi pemain muda Indonesia yaitu Ihsan Maulana Mustofa dan Firman Abdul Kholik menjadi pelengkap dalam Timnas Piala Thomas Indonesia.

Sementara itu, PBSI hanya memasang target lolos ke tahap semifinal piala Uber. Hal ini pun diungkapkan oleh salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti. Menurut Susy, peluang Indonesia di piala Uber cukup kurang. Pasalnya pada sektor tunggal putri tim Indonesia dirasa masih belum mampu menembus persaingan di level elit dunia. Hal itu dikarenakan tidak adanya pemain tunggal putri Indonesia yang menempati peringkat 20 besar BWF.

Melihat dari hasil undian Piala Thomas dan Uber 2018 serta skuad Timnas Indonesia, Nampaknya target yang diusungkan oleh PBSI cukup  realistis untuk diwujudkan. Dan Seluruh masyarakat Indonesia akan berharap Timnas Indonesia mendapatkan hasil yang terbaik pada Piala Thomas dan Uber 2018.

Penulis : Irmansyah Turhamun

Editor: JB Satrio



Setelah 70 Tahun, “Drama Korea” Akan Usai?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bergandengan tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat melewati garis demiliterisasi di desa gencatan senjata Panmunjom, Korea Selatan, 27 April 2018. Momen bersejarah ini merupakan yang pertama kali sejak Perang Korea berakhir 65 tahun lalu, seorang pemimpin Korea Utara melintas di DMZ. Korea Broadcasting System via AP Sumber https://dunia.tempo.co/read/1083592/melintasi-dmz-ini-aksi-menyentuh-hati-kim-jong-un-moon-jae-in 

Jumat, 27 April 2018, pimpinan Korea Utara, Kim Jong-Un, terlihat jalan kaki melintasi Zona Demiliterisasi memasuki wilayah desa Panmunjom, Korea Selatan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi dengan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman pemerintah Korea Utara pada hari Sabtu, 21 April 2018, untuk melakukan denuklirisasi.  Hal tersebut dilakukan dengan penutupan program senjata nuklir.

Keraguan masih diucapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui akun twiter-nya, “Setelah tahun-tahun menegangkan dari peluncuran rudal dan uji coba Nuklir, sebuah pertemuan bersejarah antara Korea Selatan dan Korea Utara saat ini tengah berlangsung. Hal-hal baik sedang terjadi, tapi hanya waktu yang akan memberi tahu!” tulisnya. Professor Korea University sendiri yaitu, Nam Sung-wook, juga mengungkit kembali sejarah janji palsu genjatan senjata dan denuklirisasi Korea selatan di masa lalu. Namun, warga Korea tetap berharap bahwa ini merupakan satu langkah lebih dekat menuju perdamaian.

Saat Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet membagi dua Korea di 38 derajat lintang utara. Sejak saat itu, ketegangan dan jumlah korban terus meningkat. Berbagai macam rumor mengenai  reunifikasi dimulai sejak 1948. Langkah pertama diambil pada tahun 1998 dengan kebijakan ‘Sunshine Policy’ oleh presiden saat itu, yaitu Kim Dae Jung. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan interaksi antar kedua negara. Tahun 1944, Korut setuju untuk menghentikan program nuklirnya dan mulai bekerja sama dengan AS. Konflik antara AS dan Korsel dengan Korut mulai menyulut lagi ketika AS mengumumkan bahwa Korut memulai kembali program rahasia senjata nuklir pada Oktober 2002. Meski berulang kali terjadi pergantian kepemimpinan, uji coba senjata nuklir terus dilaksanakan hingga pemerintahan Kim Jong-Un.

Kim Jong-un tampak berbincang-bincang dengan para artis dari Korea Selatan di sela-sela konser mereka di Pyongyang.
Sumber http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43618142

Selain peristiwa yang terkesan seperti pengulangan sejarah ini, ada juga indikasi positif lain yang ditunjukkan oleh Korea Utara. Pada tanggal 1 April 2018, Kim Jong-Un meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi mengenai perihal liputan konser K-Pop. Ia tidak hanya menghadiri tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap konser di Pyongyang itu dengan bertanya mengenai lagu-lagu dan lirik-liriknya. Korea Utara juga mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korsel pada bulan Februari 2018 yang ditonton oleh adik dari Kim Jong-Un. Siaran propaganda dari pengeras suara yang dipasang oleh Korea Selatan di perbatasan antar kedua negara juga sudah dimatikan.

“Kami berharap keputusan ini akan membuat kedua Korea menghentikan kritik dan berkontribusi menciptakan perdamaian dan awal permulaan yang baru,” ujar Choi Hoi-Hyun, juru bicara Korea Selatan.

 

Penulis : Monica Andrea R. M.

Sumber:

http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-04-05/sejarah-di-balik-ketegangan-korea-utara-dan-korea-selatan-kilas-balik/1112046

https://dunia.tempo.co/read/1082769/hadiri-ktt-kim-jong-un-berjalan-kaki-masuk-korea-selatan

http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43864705

https://dunia.tempo.co/read/1081719/korea-utara-deklarasi-stop-uji-coba-nuklir-trump-bilang-apa

https://news.detik.com/bbc/3949681/korut-minta-maaf-larang-korsel-liput-kim-jong-un-nonton-konser

http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43618142



Pajak Minuman Manis Naik 20% di Inggris

Jumat (6/4/2018), Inggris memberlakukan pajak untuk minuman ringan yang manis. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya penderita obesitas di Inggris. Ikatan para dokter adalah salah satu pihak yang memberikan saran tentang kebijakan ini berdasarkan pada laporan ilmiah berjudul Food for Thought yang menyebutkan bahwa sebuah kaleng soda berukuran 330 ml amat mungkin mengandung sembilan sendok teh gula penuh kalori.

Laporan itu mengatakan pajak pada sejumlah kelompok makanan – seperti pajak minuman manis di Meksiko – terbukti mengurangi konsumsi.

Para dokter mengatakan setidaknya 20% kenaikan pajak diperlukan untuk membendung konsumsi gula yang berlebihan.

Bila kenaikan itu diberlakukan, kaleng soda seharga 65 pence (sekitar Rp 13.400) akan menjadi 78 pence (Rp 16.000) dan sebuah botol minuman soda dua liter akan naik dari £1.85 (Rp 38.100) menjadi £2.22 (Rp 45.800).

Dr Shree Datta, dari Asosiasi Medis Inggris, mengatakan kepada BBC: “Saya pikir ini adalah masalah besar dengan adanya fakta meningkatnya obesitas. Kita menghadapi kemungkinan 30% populasi Inggris menjadi kelebihan berat badan pada 2030, sebagian besar karena tingginya jumlah gula yang kita konsumsi tanpa sadar.”

Pendekatan utama pemerintah terhadap obesitas adalah bekerja sama dengan industri makanan agar mereka menurunkan kandungan kalori. Di sisi lain, uang pajak ekstra akan berguna untuk mensubsidi buah-buahan dan sayuran segar.

“Tidak ada solusi ajaib namun kami ingin melihat industri mengambil langkah besar mengurangi kandungan gula pada makanan dan minuman agar konsumen bisa membuat pilihan yang lebih sehat,” kata Datta.

Laporan BMA ini mengemuka tatkala Komite Penasihat Saintifik di bidang Gizi akan merilis saran mengenai jumlah gula dan karbohidrat yang baik dikonsumsi. Dalam rancangan laporannya, tertulis gula yang ditambahkan ke makanan atau sudah terkandung pada jus buah serta madu harus menjadi 5% dari asupan energi.

Jumlah yang dianjurkan saat ini adalah 10%.

Ian Wright, direktur jendral Federasi Makanan dan Minuman, mengatakan: “Kami juga mengkhawatirkan kesehatan anak-anak muda Inggris.” Namun, menurutnya, banyak makanan dan minuman, seperti permen dan minuman ringan, sudah dikenakan pajak 20%.

“Ketika pajak tambahan diberlakukan, langkah itu tidak terbukti efektif membawa perubahan pada pola makan. Dalam beberapa tahun terakhir, kandungan kalori pada makanan dan minuman rumah tangga telah diturunkan melalui perubahan resep, termasuk pengurangan gula dan perubahan besar porsi,” katanya.

Dr Douglas Bettcher, Kepala Departemen Pencegahan Penyakit Tidak Menular WHO (Foto : vfa-patientenportal.de)

Penulis : Muhammad Fauzan



Dr Fadi M. R. Al-Batsh, Imam Masjid Malaysia asal Palestina yang Diduga Dibunuh Agen Israel

Seorang imam masjid Malaysia asal Palestina, Dr Fadi M. R. Al-Batsh (35), tewas ditembak beberapa kali oleh dua orang tidak dikenal pada Sabtu (21/4) ketika ia sedang menunaikan shalat subuh. Ia adalah seorang imam di masjid yang dikenali sebagai Surau Medan Idaman oleh penduduk setempat. Hingga saat ini belum diketahui motif pembunuhan, namun media terus mengarahkan tuduhan pada keterlibatan dinas intelijen Israel, Mossad pada kejadian tersebut.

Imam Fadi ditembak di trotoar di luar sebuah kondominium di Jalan Gombak, Setapak, Kuala Lumpur. Berdasarkan rekaman closed-circuit television (CCTV) ia telah diincar oleh dua orang pelaku dengan sepeda motor BMW GS dan helm full faced.

Reka ulang kejadian penembakan Fadi Mohammad al-Batsh. (Foto: AFP)

“Rekaman CCTV menunjukkan dua orang penghuni (apartemen) berlalu melewati pelaku sebelum korban muncul sekitar 20 menit kemudian. Satu pelaku melepaskan tembakan dari jarak dekat dan menewaskan korban di tempat… Dia ditembak di bagian badan dan kepala,” kata Kepala Polisi, Datuk Seri Mazlan.

Dr Fadi telah tinggal di Malaysia selama 10 tahun, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Ia merupakan seorang dosen yang ahli dalam dunia energi dan kelistrikan. Dengan latar belakang tersebut, Ketua Jihad Islam Palestina, Khaled al-Batash meyakini adanya keterlibatan Dinas Rahasia Israel. “Pembunuhan Fadi yang juga jurutera Palestina adalah satu pembunuhan terancang oleh Mossad. Dia seorang pakar dalam bidang energi dan sudah banyak menyumbang terhadap bidang kelistrikan di Palestina,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menduga Fadi dibunuh intelijen Mossad karena keterlibatannya dalam kelompok pendukung perlawanan Palestina. Selain itu, dosen Universiti Kuala Lumpur itu juga punya kemampuan membuat senjata. “(Pelaku) cenderung negara yang merupakan musuh dari Palestina,” kata Ahmad seperti dikutip Reuters dari Bernama, Minggu (22/4).

Tudingan adanya peran Israel dalam pembunuhan itu ikut dilontarkan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Dia menyebut, Mossad telah membunuh beberapa ilmuwan Palestina.  “(Pembunuhan Fadi) mengikuti pola itu,” kata Ismail. Pada Desember lalu, seorang ahli penerbangan Palestina yang mahir dalam pembuatan drone. Mohammed Zawahri, juga dibunuh agen Mossad ketika berada di Sfax, Tunisia.

Keluarga memperkuat dugaan adanya keterlibatan dinas rahasia Israel dalam penembakan Dr. Fadi (Foto : AFP/Mahmud Hams)



Benarkah Keberadaan Alien Disaksikan Astronot?

Penelitian yang dilakukan oleh Institute of Bioacoustic, Albania, membuktikan pernyataan mantan astronot Buzz Aldrin melihat alien saat terbang ke bulan. Pembuktian dilakukan dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan yang lebih efektif dari yang dimiliki oleh FBI.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis pola suara dari astronaut yang pernah terbang ke bulan seperti Buzz Aldrin, Al Worden, Edgar Mithcell, dan Gordon Cooper. Aldrin menjelaskan, ia melihat cahaya bergerak di samping wahana luar angkasanya saat menuju bulan. Ia pun menambahkan bahwa benda tersebut berbentuk seperti huruf L. Pernyataan-pernyataan lisan ini kemudian diuji menggunakan alat pendeteksi kebohongan. Hasil uji menyatakan bahwa semua astronot tersebut merasa yakin dengan apa yang dilihatnya sehingga tidak ada kebohongan sama sekali. Hal ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar melihat alien.

Namun, hal ini dibantah oleh livescience.com. Menurut mereka, penelitian yang dilakukan oleh Institute of Bioacoustic tersebut tidak valid dan memiliki banyak kesalahan.

Institute of BioAcoustic Biology and Sound Health (Sumber : cberisso.com)

Kesalahan pertama adalah tidak menampilkan keseluruhan pernyataan Aldrin yang meskipun mengaku melihat cahaya bergerak, ia pun mempercayai bahwa itu hanyalah pantulan sinar matahari.

Kesalahan kedua adalah bahwa keempat astronaut yang pernyataannya diuji terlibat dalam penelitian tersebut. Hal ini fatal karena Edgar Mithcell dan Gordon Cooper telah wafat lebih dari 1 dekade yang lalu. Penelitian hanya dilakukan dengan mengkaji rekaman suara dari keempat astronaut tersebut.

Kesalahan ketiga adalah alat pendeteksi kebohongan tidak pernah terbukti memiliki validitas ilmiah. Dewan Riset Nasional Amerika bahkan menyatakan pada 2003 bahwa alat pendeteksi kebohongan sulit dibuktikan secara ilmiah baik dari psikologi maupun fisiologi.

Bahkan, bidang bioakustik, nama dari institut peneliti, tidak berfokus pada mendeteksi kebohongan. Bioakustik adalah bidang yang membahas ‘apa dan bagaimana hewan bersuara’. Hal ini membuktikan ketidakcocokan antara klaim peneliti dengan bidang bioakustik itu sendiri.

Livescience menambahkan, berita tentang kebenaran pernyataan Aldrin melihat alien adalah pseudoscience, tidak terbukti secara ilmiah meskipun seolah-olah ilmiah. Menurut mereka, Aldrin sendiri jelas-jelas menyatakan bahwa dia hanya melihat pantulan cahaya matahari dan yakin dengan apa yang dilihatnya.

Penulis : Sabiq Mufarrid

Sumber:

Letzer, Rafi. 2018. The Story Claiming Buzz Aldrin Saw Aliens in Space Is Utter Nonsense. https://www.livescience.com/62253-buzz-aldrin-aliens-a-lie.html (diakses ada 14 April 2018)

Luthfi, Ahmad. 2018. Lulus Uji Kebohongan, Astronot Buzz Aldrin Ungkap Kehidupan Alien di Luar Angkasa. https://techno.okezone.com/read/2018/04/08/56/1883862/lulus-uji-kebohongan-astronot-buzz-aldrin-ungkap-kehidupan-alien-di-luar-angkasa (diakses pada 14 April 2018)



Retakan Raksakasa Muncul di Kenya, Awal Terbentuknya Benua Baru

Kemungkinan tampak Benua Afrika setelah pemisahan lempeng (Sumber : article.wn.com)

Hujan lebat yang terjadi di kenya belum lama ini menampakkan sebuah retakan raksasa yang membelah Kenya menjadi dua, dan berpotensi memisahkan beberapa negara dengan benua Afrika. Menurut pakar geologi David Adede yang diwawancarai surat kabar lokal Kenya, Daily Nation, retakan yang baru saja muncul merupakan bagian dari Lembah Celah Besar, secara spesifik dari Celah Afrika Timur yang memanjang sekitar 6000 kilometer dari Teluk Aden di utara ke Mozambik di selatan. Menurut Adede pula kemungkinan retakan tersebut sudah ada sebelumnya namun tertutup abu vulkanik dari Gunung Longonot. Ketika hujan turun, abu vulaknik pun tersapu oleh hujan dan menampakkan retakan tersebut. Retakan besar tersebut membuat beberapa jalan terputus, meretakkan rumah-rumah, dan mengganggu fasilitas umum lainnya. Langkah cepat telah dilakukan pemerintah setempat untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi karena retakan ini dengan menambal retakan dengan semen dan batu.

Retakan di Kenya (Sumber :nationalpost.com)

Berbagai sumber menyatakan bahwa retakan tersebut akan membelah benua aftrika menjadi dua. Pemisahan akan pada perbatasan Lempeng Somalia dan Lempeng Nubia, dimana Somalia, Kenya, Tanzania, dan sebagian Ethiopia yang berada pada Lempeng Somalia akan terpisah dengan Benua Afrika yang ada sekarang. Namun, pemisahan ini diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Diperkirakan 50 juta tahun lagi pemisahan ini baru akan terjadi.

Efek retakan besar Kenya (Sumber : popularmechanics.com)

 

Retakan besar di Kenya terjadi karena litosfer (Kulit bumi) terdiri atas berbagai lempeng tektonik, ketika litosfer mengalami gaya tarik yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik -pada kasus ini Lempeng Nubia dan Somalia- maka ia akan menjadi lebih tipis hingga akhirnya pecah. Proses pecahnya litosfer inilah yang menyebabkan terjadinya retakan di Kenya. Dilansir dari beritagar.id, proses ini seringkali disertai oleh aktivitas seismik dan vulkanik, yang dapat mengakibatkan gempa bumi. Dalam kasus di Kenya ini, gumpalan mantel besar di bawah litosfer melemahkannya, memungkinkan lebih mudah untuk meregang. Perpecahan ini dicirikan dengan adanya penurunan dataran yang dikelilingi oleh dataran tinggi. Namun, retakan besar di Kenya bukan merupakan retakan pertama yang terjadi namun merupakan lanjutan dari retakan di utara Ethiopia 30 juta tahun yang lalu yang mulai menjalar ke selatan menuju Zimbabwe. Retakan ini diperkirakan terus melaju hingga Zimbabwe dengan rata-rata laju 2,5-5 sentimeter per tahun.

 

Namun, tidak semua sepakat retakan ini akan menyebabkan benua Afrika terbelah dua. Beberapa ilmuwan percaya bahwasanya retakan ini tidak diakibatkan aktivitas seismik, ditandai dengan tidak adanya gempa bumi yang terjadi di sekitaran Kenya pada saat retakan tersebut terekspos. Namun retakan ini diakibatkan oleh erosi luar biasa yang terjadi dikarenakan tanah Kenya mengalami kekeringan dan diterpa oleh hujan yang sangat lebat. Wendy Bohon, seorang geologis, menyatakan kepada CBS News bahwasanya “Mereka (Retakan besar Kenya) adalah hasil dari hujan deras yang datang dan menyapu debu yang ada di tanah. Untukku, itu terlihat sangat kering, dan itu bukan merupakan hasil dari aktivitas tektonik namun hanyalah hasil cuaca (hujan).”

 

Penulis : Ahmad Syauqi

Editor : Abbiyah, Ali Hamdani



Skandal Penyalahgunaan Data Facebook, Pengguna Facebook Indonesia juga Menjadi Korban?

CEO Facebook, Mark Zuckerberg.
Sumber: Google Images

Saat ini Facebook harus mengalami tekanan kuat terkait permasalahan skandal penyalahgunaan data para penggunanya. Facebook harus mengalami kasus penyalahgunaan data puluhan juta penggunanya dengan pihak perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica. Facebook yang merupakan media sosial terbesar di dunia, tentunya menyimpan data mengenai banyak orang. Berdasarkan laporan dari The Guardian, menyebutkan bahwa Cambridge Analytica menggunakan data para pengguna Facebook untuk kepentingan komersial. Pada awalnya, Aleksandr Kogan berkolaborasi dengan Cambridge Analyrica mengumpulkan data pengguna Facebook terkait pengujian kepribadian dalam sebuah aplikasi yang bernama thisisyourdigitallife untuk kepentingan akademis. Facebook dilaporkan telah mengetahui terkait permasalahan tersebut, namun Facebook tidak mengatasi permasalahan tersebut dan tidak mengambil langkah serius apapun ketika mengetahui permasalahan tersebut.

Kogan yang merasa dirinya merupakan sumber dari permasalahan ini, akhirnya buka suara dan menyampaikan pembelaan dirinya kepada BBC dan koleganya di Cambridge. Ia merasa telah menjadi kambing hitam terkait permasalahan skandal penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook yang melibatkan Facebook dan Cambridge Analytica. Kogan menyatakan bahwa saat ini Facebook telah menangguhkan akunnya. Ia mengaku bahwa pengumpulan data terkait pengguna Facebook dilakukan oleh perusahaannya, Global Science Research (GSR), antara bulan Juni dan Agustus 2014. GSR membayar sekitar 270 ribu orang untuk menggunakan sebuah aplikasi kuisioner, yang mengambil data dari profil Facebook mereka, serta teman-temannya, yang pada akhirnya menghasilkan dataset lebih dari 50 juta pengguna. Kemudian data tersebut diberikan kepada Cambridge Analytica. Facebook menilai tindakan yang dilakukan Kogan tersebut telah menyalahi perjanjian awal Kogan dengan Facebook yaitu yang pada awalnya hanya berniat mengumpulkan data untuk kepentingan akademis. Selain itu, dalam email kepada para koleganya di Cambridge, Kogan mengaku bahwa tujuan pembuatan aplikasi pengumpulan data pengguna Facebook tersebut adalah untuk kepentingan akademis serta akan digunakan untuk sejumlah studi. Setelah mendirikan perusahaan GSR pada Mei 2014 bersama Joseph Cancellor, yang merupakan peneliti lain di Cambridge, Kogan memindahkan aplikasi tersebut ke GSR, serta melakukan perubahan nama, logo, deskripsi, syarat, dan ketentuan.

“Kami sudah menjelaskan aplikasi itu untuk penggunaan komersial, dan tidak pernah menyinggung soal riset akademis ataupun University of Cambridge. Semua perubahan itu, kami jelaskan di platform aplikasi Facebook, sehingga mereka bisa meninjau sifat aplikasi. Facebook sama sekali tidak mengemukakan kekhawatiran apa pun tentang perubahan tersebut,” ujar Kogan.

Cambridge Analytica, pihak yang dianggap menyalahgunakan data pengguna Facebook. Sumber : www.independent.co.uk

Sampai saat ini, permasalahan penyalahgunaan data pengguna Facebook ini masih belum usai. Dalam keterangan resminya, Facebook menyatakan bahwa sekitar 87 juta penggunanya telah menjadi korban dalam penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica. Sebagian besar data penggunanya merupakan data dari pengguna Facebook di Amerika Serikat (AS) yaitu sebanyak 70,6 juta akun, kemudian Filipina berada di posisi kedua dengan 1,2 juta akun dan faktanya Indonesia juga merupakan tiga negara terbesar yang menjadi korban dalam permasalahan ini, yaitu berada di peringkat ketiga dengan kurang lebih 1 juta akun atau 1,3% dari total pengguna Facebook yang menjadi korban dalam permasalahan penyalahgunaan data ini.

Data pengguna Facebook yang menjadi korban penyalahgunaan data oleh perusahaan Cambridge Analytica
Sumber: extremetch.com

Terkait banyaknya pengguna Facebook di Indonesia yang menjadi korban dalam permasalahan ini, Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan bahwa akan memanggil pihak Facebook yang ada di Indonesia. Pada tanggal 5 April 2018, Rudiantara telah menelepon perwakilan Facebook serta memanggilnya untuk melakukan pertemuan terkait permasalahan penyalahgunaan data pengguna Facebook yang telah terjadi. “Kami sedang meminta angka pastinya (data pengguna yang bocor). Terlepas dari hasilnya nanti, penggunaan data tidak proper oleh PSE bisa melanggar Meraturan Menteri Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi maupun UU ITE. Kami juga sudah mulai koordinasi dengan teman-teman POLRI mengantisipasi diperlukannya penegakan hukum secepatnya”. Permasalahan seperti ini dapat diberikan sanksi yaitu hukuman penjara sampai 12 tahun serta denda hingga Rp 12 Milyar.

Untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan serupa, pada tanggal 4 April 2018, Facebook melakukan sembilan perubahan penting di layanannya. Hal ini tentunya dengan tuuan agar dapat memberikan perlindungan terutama perlindungan terkait seluruh data pengguna yang terdapat di Facebook. Sembilan perubahan penting dalam layanan Facebook yaitu mencakup API untuk layanan Event, Group, Page, Instagram, Platform, login Facebook, Search and Account Recovery, data panggilan telepon dan pengiriman pesan, Data Providers dan Partner Categories, serta pengaturan aplikasi. Facebook mengatakan bahwa dengan dilakukannya perubahan-perubahan tersebut dalam layanan Facebook, maka akan dapat melindungi data serta informasi penggunanya dengan lebih baik. Facebook juga menyampaikan bahwa akan terus memberikan informasi terbaru jika terdapat perubahan-perubahan dalam layanannya.

Penulis : Fariz Setyana Pratama

Editor: Septiana Pratama Nugraheni dan Himawan Nurcahyanto



Membangun Rumah dengan 3D Printer Tak Lagi Khayalan

Akhir-akhir ini 3D Printer sudah menjadi alat yang lumrah digunakan dalam rapid prototyping maupun additive manufacturing. Teknologi 3D printing sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1984. Charles Hull, yang kemudian menjadi co-founder dari 3D Systems, menemukan stereolithography, sebuah proses printing yang dapat merangkai sebuah obyek 3D dari data digital.

Tidak berhenti begitu saja, prediksi ahli 3D Printing Industry, Jonathan Schroeder, Presiden 3D Platform mengatakan bahwa dalam 5 tahun kedepan, perkembangannya akan sangat cepat. Material 3D Printer yang sering digunakan seperti filamen, akan berganti menjadi bahan stainless steel. Selain itu, penggunaan 3D printer akan semakin meluas menuju bidang pengobatan, orthotics (alat bantu untuk memerbaiki kondisi kaki abnormal), rehabilitasi, yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Pendidikan mengenai 3D printing akan semakin masif di seluruh dunia, baik itu pendidikan di sekolah menengah, pekuliahan, dan operator pabrik.

Namun, siapa sangka 3D Printer kini tidak hanya diperuntukkan untuk komponen-komponen berukuran sedang, 3D Printer telah diterapkan dalam pembuatan konstruksi rumah. Perusahaan pengembang printer asal Rusia, 3D Apis Cor inilah yang baru-baru ini berhasil membuat mesin untuk membangun struktur dasar dari rumah berukuran 38 meter persegi. Pengembangan mesin protoype telah dikembangkan sejak Desember 2016 ketika mereka ditantang untuk membuat rumah dari semen yang cepat beku dan tahan cuaca dingin di daerah Rusia.

Dengan perancangan melalui software design 3D, mereka membuat rumah dalam bentuk melingkar, dapat dihuni oleh satu atau dua orang, dengan interior sederhana dan membuahkan hasil yang memuaskan. Dalam waktu 24 jam, rumah telah terbangun dari hasil putaran mesin yang mengeluarkan bahan semen dan sesuai dengan desain awal. Meskipun pembangunan jendela, pintu, pengecetan, dan detail lainnya tetap dikerjakan oleh tenaga manusia, temuan ini patut diapresiasi dan menjadi terobosan baru di bidang 3D printing.

Desain Rumah Apis Cor (Sumber : Apis Cor)

Sebenarnya membangun rumah dengan teknologi ini sudah diterapkan di China sejak tahun 2015, namun pembuatan struktur bangunan dibuat secara parsial, dimana potongan-potongan struktur bangunan yang sudah jadi dari hasil 3D printing, disatukan di lokasi pembangunan. Teknologi ini berhasil memangkas waktu dan biaya pembangunan rumah di China, bahkan menurut klaim mereka, 10 rumah dalam sehari dapat diselesaikan dengan mudah.

Tak mau kalah dengan China dan Rusia, benua Eropa yang “diwakili” oleh Denmark membangun sebuah kantor hotel sederhana dengan luas kurang dari 50 meter persegi di Copenhagen’s Nordhavn. Dalam rilisnya, Henrik Lund-Nielsen, CEO pada perusahaan 3D Printhuset menjelaskan: “Menyadari keterlambatan yang kami miliki, mungkin kami terlalu optimis dengan perencanaan kami. Namun, sangat sulit untuk merencanakan masalah yang belum pernah Anda coba sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya ada yang menerapkan teknologi ini di Eropa. Oleh karena itu juga agak mengejutkan, ternyata kami telah menjadi juara dunia saat pertama kali kami mencobanya. Itu yang dikatakan dan kami berhasil melakukan apa yang kami lakukan dan membuat proyek demonstrasi ini menunjukkan kegunaan dari teknologi. Kami sangat bangga bahwa kami berhasil melakukannya. ”

Konstruksi kantor hotel sederhana di Copenhagen’s Nordhavn, Denmark (Sumber : 3D Printhuset)

Kini, China, Rusia, dan Denmark terus bersaing untuk mengembangkan 3D printing sebagai terobosan baru dalam dunia konstruksi. Kira-kira, kapan Indonesia bisa berada di jalur yang sama untuk mengembangkan teknologi 3D Printing bersama negara-negara tersebut ya?

Sumber :

https://3dprinthuset.dk/europes-first-3d-printed-building/  diunduh pada 8 April 2018 pukul 12.00 WIB

https://kumparan.com/@kumparantech/printer-3d-bisa-cetak-rumah-dalam-waktu-24-jam diunduh pada 8 April 2018 pukul 11. 58 WIB

Penulis : Naufal Farras Fajar



Kematian Sudan, Badak Putih Utara Jantan Terakhir di Dunia

 

Sudan, badak putih jantan terkahir di dunia yang berusia 45 tahun. (Sumber gambar: Akun Twitter Ol Pejeta)

 

Pada Senin (19/3/2018), badak putih utara jantan terakhir di dunia, Sudan, disuntik mati di Pusat Konservasi Ol Pejeta, Kenya oleh tim dokter hewan. Penyuntikan ini dilakukan setelah masalah komplikasi kesehatan karena faktor usia yang dialami Sudan memburuk. Kematian Sudan menyisakan dua badak putih utara betina di dunia, yaitu anak dan cucu Sudan.

Kondisi kesehatan Sudan mulai memburuk sejak tahun 2017 dengan infeksi di kaki belakang yang dideritanya. Kondisi ini sempat membaik pada Januari 2018, namun pada pertangahan Februari kondisinya kembali memburuk bersamaan dengan penurunan fungsi otot dan pengobatan yang diberikan tidak menghasilkan efek kesembuhan yang sigifikan. Kondisi ini semakin memburuk karena Sudan terlalu banyak berbaring sehingga infeksinya bertambah luas. Dari awal pihak pusat konservasi sendiri tidak berharap Sudan dapat kembali pulih sepenuhnya sebab usia Sudan sudah 45 tahun, mengingat badak biasanya hidup 30 – 40 tahun. Menuju hari kematiannya, kondisi Sudan semakin parah bahkan ia tidak mampu lagi berdiri.

“Akhirnya, tim dokter hewan dari Ol Pejeta dan Dinas Alam Liar Kenya memutuskan untuk menyuntik mati Sudan,” kata Ol Pejeta dikutip dari Kompas.com dan Daily Nation.

Hal yang disayangkan adalah Sudan tidak sempat menurunkan keturunan badak putih utara baru. Sejak 2015 diketahui bahwa jumlah sperma Sudan sangat sedikit dan dua badak putih betina yang ada di Ol Pejeta memiliki hubungan kekerabatan dengan Sudan, yaitu anak dan cucunya, sehingga mempersulit badak putih ini menghasilkan keturunan. Walaupun demikian, tim konservasi telah mengambil sampel genetik Sudan yang nantinya akan digunakan untuk inseminasi buatan kepada dua betina yang tersisa dengan teknologi fertilisasi in vitro. Teknologi ini adalah prosedur baru bagi badak dan diperkirakan menggunakan biaya mencapai sepuluh juta dolar.

Ilustrasi oleh: BBC.co.uk

 

Badak putih utara telah dianggap punah dari alam liar sejak 2008 oleh WWF. Di samping itu, populasi spesies badak yang lain juga langka, seperti yang diperlihatkan oleh ilustrasi di atas, karena perburuan dan perdagangan hewan liar yang mengincar cula badak. Selama ini, cula badak dimanfaatkan sebagai hiasan bernilai tinggi dan ramuan obat-obatan.

(Septiana Pratama Nugraheni, T.Industri 2015)

Referensi:

www.bbc.co.uk/news/world-africa-43468066

https://internasional.kompas.com/read/2018/03/20/14485831/sudan-badak-putih-jantan-terakhir-di-dunia-mati

https://sains.kompas.com/read/2018/03/07/203400923/kabar-baik-kondisi-badak-putih-jantan-terakhir-di-dunia-membaik

https://sains.kompas.com/read/2018/03/06/183400623/sudan-badak-putih-jantan-terakhir-di-dunia-jatuh-sakit

https://www.worldwildlife.org/species/rhino

 

 



Piala Dunia 2018

Para perwakilan negara peserta FIFA World Cup berfoto setelah melakukan drawing grup (Foto : BEINSports)

Setiap empat tahun sekali diadakan pertandingan sepak bola bergengsi, yaitu Kompetisi Piala Dunia. Tahun ini, Piala Dunia yang ke-21 akan dilaksanakan di Rusia , dengan 32 tim yang berkompetisi merebutkan gelar juara. Jadwal Piala Dunia tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 14 Mei sampai dengan 15 Juli. Sebanyak 32 tim bakal melakoni fase grup. Laga Rusia vs Arab Saudi akan menjadi laga pembuka Piala Dunia pada 14 Juni.  32 tim ini telah lolos kualifikasi pada tahun 2014 dengan ikut serta pada Piala Dunia di Brasil pada saat itu.

Pada Piala Dunia kali ini terdapat 8 grup sama dengan kompetisi sebelumnya, dimana tiap grup diduduki oleh empat negara dan dua dari empat tim tersebut akan tereliminasi jika menduduki posisi dua terbawah, di grup A diisi oleh negara tuan rumah yaitu Rusia, kemudian diikut oleh Arab Saudi, Mesir, dan Uruguay. Grup B diisi oleh Portugal, Spanyol, Maroko, dan Iran. Grup C diisi oleh Australia, Perancis, Peru, dan Denmark. Grup D diisi oleh Argentina, Islandia, Kroasia, dan Nigeria. Grup E diisi oleh Brasil, Swiss, Kosta Rika, dan Serbia. Grup F diisi oleh Jerman, Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Grup G diisi oleh Belgia, Panama, Tunisia, dan Inggris. Grup H diisi oleh Polandia, Senegal, Kolombia, dan Jepang.

Teknologi garis gawang (Inggris: goal-line technology disingkat GLT) merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menentukan bilamana bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dengan bantuan berbagai perangkat elektronik dan pada saat yang sama membantu wasit dalam menyatakan sebuah gol telah terjadi atau tidak. Teknologi ini sudah diterapkan sejak Piala Dunia 2014.

Maskot FIFA World Cup 2018 Rusia yaitu Zabivaka. Namanya diambil dari bahasa Rusia yang berarti “Sang Pencetak Gol” yang dibuat oleh seorang siswa sekolah desain. (Foto : fifaliveupdates.com)

Babak eliminasi akan dilakukan dengan cara pembagian 2 tiap babak, yaitu babak 16 besar, babak  perempat final, babak semifinal, dan final. Ada 12 stadion yang akan digunakan di Rusia, diantaranya adalah Kazan Arena di Kazan, Stadion Olimpiade Fisht di Sochi, Stadion Luzhniki di Moskwa, Mordovia Arena di Saransk, Stadion Kaliningrad di Kaliningrad, Stadion Sentral di Yekaterinburg, Stadion Krestovsky di Sankt-Peterburg, Rostov Arena di Rostov na Donu, Cosmos Arena di Samara, Volgograd Arena di Volgograd, Otkrytive Arena di Moskwa, dan Stadion Nizhny Novgorod di Nizhny Novgorod.

Pada Piala Dunia 2018 FIFA jumlah tim dari setiap benua adalah sebagai berikut : Eropa (UEFA) – 14 tempat, Asia (AFC) – 5 tempat, Africa (CAF) – 5 tempat, Amerika Utara dan Tengah, Karibia (CONCACAF) – 3 tempat, Amerika Selatan (CONMEBOL) – 5 tempat dan Oseania (OFC) namun tidak ada yang lolos di wilayah Oseania.

Oleh Johannes Calvin/Teknik Komputer 2016



Badai Salju Hantam Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS), dilanda badai salju pada Jumat (9/2/2018). Hujan salju terberat terakhir kali melanda kawasan utara AS pada akhir 2016. Layanan Cuaca Nasional AS menyebutkan suhu angin dingin diperkirakan dapat menembus suhu minus 18 derajat celcius atau di bawah 0 fahrenheit di wilayah-wilayah di dalamnya, termasuk Michigan dan Ann Arbor, dilansir laman Reuters.

Di Chicago, ketebalan salju yang menumpuk mencapai ketebalan 23 sentimeter. Tebalnya salju telah menyebabkan kecelakaan di beberapa titik di jalan raya Chicago, bahkan pihak berwenang melaporkan dua orang tewas akibat badai ini. Dua orang tersebut ialah seorang pria berusia 60 tahun yang mengalami serangan jantung ketika membersihkan salju dan seorang wanita 33 tahun mengalami kecelakaan di tengah badai salju.

“Ini adalah musim dingin yang sebenarnya dan pertama kali kita alami dalam beberapa tahun terakhir,” ujar seorang perwakilan dari layanan masyarakat Chicago, Leva Urbietyte.

1.100 Penerbangan dibatalkan

 

Selain memakan korban, badai salju yang melanda AS menyebabkan ditutupnya beberapa sekolah dan ribuan penerbangan dibatalkan. Tercatat lebih dari 1.100 penerbangan dibatalkan di bandara Detroit dan Chicago, pembatalan penerbangan tersebut separuhnya terjadi di Bandara O’Hare, Chicago, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di AS.

“Salju akan menjadi berita utama cuaca di wilayah metro Chicago dan Detroit, dengan peringatan badai musim dingin yang berlaku,” pernyataan Badan Layanan Cuaca setempat.

Walikota Chicago, Rahm Emanuel, menghimbau penduduk untuk tetap tinggal di dalam rumah dan menanggapi peringatan dan dengan serius.

 

Referensi:

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/18/02/10/p3wvky359-badai-salju-as-2-orang-tewas

http://www.inews.id/news/read/1-100-penerbangan-dibatalkan-di-as-akibat-badai-salju?sub_slug=internasional