DAFTAR BACA:

  • Open Recruitment CEO TEKNIKA FTUI 2020

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • THE 17TH CIVIL ENGINEERING NATIONAL SUMMIT UNIVERSITAS INDONESIA

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peringati HUT IKM FTUI ke-48 Tahun, Mahasiswa FTUI Ikut Aksi Tuntaskan Reformasi Bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Warisan BJ Habibie Untuk Indonesia dan Dunia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Masih Perlukah Kita MUKER?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • MUKER 9 IKM FTUI: Panggung untuk Kalibrasikan IKM atau Bubarkan IKM?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Roket Falcon 9 SpaceX Bawa Satelit Nusantara Satu Terbang ke Angkasa.

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Peresmian Musholla Teknik Next Level

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Akun Instagram @ui.cantik Noda di Almamater

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Netizen Ribut di Timeline, Teknik Juara Olimpiade UI Jangan Dilupakan!

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Intip Sosok Pemimpin IKM FTUI 2019 Lewat Pemira

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Setelah Mundur Satu Hari Pemungutan Suara untuk Pemira FTUI Resmi dibuka

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Yuk, Membahas Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan Bersama CENS UI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Pandji Pragiwaksono ajak Mahasiswa Baru FTUI Berkarya untuk Indonesia

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Keindahan Orkestra dalam Dies Natalis ke-54 FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Buka Puasa Bersama Alumni di Affogato Coffee yang Penuh Kesan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Potret Kejujuran Mahasiswa FTUI

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Istilah “Wibu” Yang Dipermasalahkan

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Meski Sementara, Harus Tetap Nyaman: Analisa Mikro dan Makro Musala Teknik Sementara

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Seminar Fintech UI dan Dana Cita “The Evolution of Fintech and Opportunities Ahead”

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • 2,8 Miliar Donasi Terkumpul, Renovasi Mustek Resmi Dimulai

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Hari Buruh Internasional: Serikat Buruh Sampai Pekerja Honorer

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Kerja Sosial FTUI 2018: Pengabdian FTUI kepada Masyarakat Desa Cikarae Thoyyibah

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Mungkinkah LPJ IKM FTUI Bertransformasi?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Saham Uber Dicaplok Grab

    oleh admin, administrator
  • Mendengarkan Musik dan GPS Sambil Berkendara Ditilang?

    oleh Teknika FTUI, administrator
  • Ketua BEM UI Acungkan ‘Kartu Kuning’, Tanggapan BEM FT ?

    oleh Teknika FTUI, administrator

Bus Listrik Moeldoko Dipamerkan


Bus Listrik Mobil Anak Bangsa (Foto: Gesit Prayogi/kumparanOTO)

Kamis (8/2/2018), di JCC, Jakarta, Indonesia,  Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto memberi dukungan untuk menjadikan bus listrik buatan jendral moeldoko, sebagai sebuah transportasi umum.

“Kami dukung dan tinggal nanti bagaimana MAB itu bisa dipakai sebagai kendaraan umum termasuk untuk di airport misalnya,” kata Airlangga di JCC, Jakarta, Kamis (1/3).

Bus listrik yang dimaksud merupakan bus yang diciptakan dengan dukungan Jenderal Moeldoko. Selesai tugasnya dari posisi Panglima TNI semenjak 8 Juli 2015, beliau tetap bertujuan memajukan masyarakat Indonesia. Beliau membantu dan meninggikan hasrat anak bangsa dengan mendirikan PT Mobil Anak Bangsa, yang telah berhasil memproduksi bus bertenaga listrik dengan efisiensi tinggi. Perusahaan tersebut mempekerjakan anak-anak bangsa dan telah melaksanakan pembangunan sebuah bus listrik prototype dan sukses tanpa cacat dalam tahapan uji coba 1000 km pertama.

Bus ciptaan PT MAB ini dapat mencapai jarak sejauh 250 km dalam sekali pengisian, dengan lama pengisian daya baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu 2-3 jam.

Interior bus listrik ‘Moeldoko’. (dok. CNN Indonesia/Muhammad Ikhsan)

Bus Listrik milik PT Mobil Anak Bangsa.(kompas.com / Ghulam M Nayazri)

 



BACAAN AWAM MENGENAI FOTO BLACK HOLE OLEH EVENT HORIZON TELESCOPE

Pada tanggal 10 April 2019, dunia maya ramai membicarakan tentang keberhasilan tim ilmuan yang tergabung dalam Event Horizon Telescope (EHT) dalam mengambil foto black hole dari pusat M87. Black hole sendiri adalah sebuah objek luar angkasa yang memiliki kerapatan massa yang sangat tinggi sehingga memiliki medan gravitasi yang sangat kuat pada radius ‘Event Horizon’. Medan gravitasi tersebut sangat kuat hingga cahaya pun tidak dapat keluar darinya. Wujudnya yang tidak dapat terdeteksi dengan gelombang elektromagnetik (termasuk cahaya tampak) dan dimensinya yang relatif kecil membuat black hole sangat sulit untuk diamati.

Ide untuk mengambil gambar black hole sebetulnya sudah ada sejak tahun 1999 [1]. Idenya adalah dengan mengamati ‘siluet’ radiasi gelombang inframerah dari pusat galaksi bimasakti (Sagitarius A*, yang selanjutnya akan ditulis SGR A*). Ilmuwan lebih memilih gelombang inframerah dibandingkan dengan cahaya tampak karena cahaya inframerah memiliki daya tembus yang lebih tinggi dan tingkat pelemahan sinyal yang lebih rendah pada lingkungan kosmik.

Secara garis besar, terdapat dua kesulitan utama dalam mengambil foto black hole yaitu masalah perbesaran (magnifikasi) dan sudut pisah (resolving power). Meskipun black hole di SGR A* memiliki diameter sebesar 60 juta kilometer, jaraknya yang sekitar 2.5 x 1017 km dari bumi membuat black hole sangat sulit diamati (dianalogikan seperti mencoba mengamati buah jeruk pada permukaan bulan).
Masalah lain yang harus dihadapi adalah masalah sudut pisah. Sudut pisah adalah sudut terkecil yang bisa dipisahkan oleh suatu alat optik untuk melihat dua benda yang berdekatan (semakin kecil semakin baik). Misalkan kita mengamati bagian belakang mobil dari jarak 10 m, pada jarak tersebut kita masih bisa membedakan lampu kiri dan kanan mobil, namun pada jarak 2 km kita sudah tidak bisa membedakan mana lampu kiri dan kanan mobil karena jarak sudut kedua lampu tersebut lebih kecil dari sudut pisah mata kita. Secara garis besar, sudut pisah suatu alat optik berbanding lurus dengan panjang gelombang dari radiasi objek yang ingin diamati dan berbanding terbalik dengan diameter optis dari alat optik pengamat.

Untuk mengamati black hole, ilmuwan memerlukan teleskop yang memiliki sudut pisah < 25 μ detik busur. Seberapa kecil kah satu detik busur? Coba bayangkan sebuah sudut siku-siku, kita tahu bahwa sudut siku-siku memiliki sudut 90° (derajat busur). Dalam astronomi, terminologi ‘derajat’ biasa disebut sebagai ‘jam busur’. 1 jam busur terdiri dari 60 menit busur atau dapat dikatakan 1 jam busur terdiri dari 3600 detik busur. Jadi, 25 μ detik busur = 6.944 x 10-9 jam busur.

Untuk membuat teleskop dengan sudut pisah sebesar 25 μ detik busur, diameter optik dari teleskop harus sebesar diameter bumi. Desain seperti itu mustahil untuk dibuat sehingga ilmuwan menggunakan cara lain yaitu Very Long Baseline Interferometry (VLBI). Dengan teknik VLBI ilmuwan menggunakan 8 teleskop kecil yang tersebar di seluruh dunia untuk mengambil gambar dengan mengarahkan kedelapan teleskop ke satu target utama (M87 atau SGR A*) dan satu target calibrator (quasar 3C279) di langit secara bersamaan lalu memproses gambar-gambar tadi dengan komputer untuk menghasilkan satu gambar yang lebih jernih [3] [4].

Dalam pelaksanaannya, pengambilan gambar dengan teknik VLBI sangat sulit dilakukan akibat dua hal: kebutuhan tingkat presisi yang sangat tinggi dan faktor geografis pengamat. Tingkat presisi yang tinggi dibutuhkan pada beberapa sistem seperti sistem pengarah & penggerak, sistem sinkronisasi waktu, sistem sistem stabilisasi gambar. Ambil contoh pada sistem sinkronisasi waktu, untuk memberikan time-stamp yang akurat pada masing-masing data, tiap teleskop dilengkapi dengan jam maser (microwave laser) yang memiliki tingkat presisi 1 detik dalam 100 juta tahun. Artinya, label waktu pada jam maser hanya meleset sebesar 1 detik dalam 100 juta tahun. Bandingkan dengan jam tangan yang umumnya meleset 10-20 detik tiap tahun. Masalah lain yang harus dihadapi adalah faktor geografis, seperti cuaca dan koordinat pengamat. Variasi kombinasi lintang pengamat dan deklinasi (ketinggian) bintang memengaruhi lama bintang tersebut berada di atas horizon pengamat (bisa jadi bintang tersebut selalu berada di atas horizon pengamat sepanjang hari, bisa jadi bintang hanya berada di atas horizon selama hitungan jam, bisa juga bintang tidak pernah berada di atas horizon pengamat sepanjang hari). Agar observasi dapat dilakukan, objek yang ingin diamati harus bisa terlihat oleh seluruh teleskop pengamat yang tersebar di berbagai zona waktu berbeda. Akibat dari batasan-batasan tersebut, para ilmuwan hanya memiliki 10 malam untuk melakukan observasi sepanjang tahun 2017 dan hanya berhasil melakukan observasi pada 5 malam akibat ganggunan cuaca, teknis, dan lain-lain [5].

Tantangan yang dihadapi ilmuwan tidak selesai sampai pengambilan gambar. Data dari kedelapan teleskop tersebut harus digabungkan untuk menjadi satu data yang padu. Untuk masing-masing file dari tiap teleskop berat datanya mencapai 16 GB/detik dengan total jumlah data yang berhasil di diperoleh adalah 5 PB (5.000.000 GB) [6]. Jumlah data sebesar itu tidak dapat dikirim melalui internet, melainkan harus dikirim secara fisik. Harddisk-harddisk dari masing-masing teleskop dikirim menggunakan pesawat ke tim data scientist yang terbagi menjadi 4 tim. Hal unik terjadi pada data dari SPT, pasalnya data dari teleskop itu terlambat enam bulan akibat larangan penerbangan untuk masuk ataupun keluar selama bulan Februari hingga Oktober di daerah itu. Setelah melewati seluruh proses pengambilan dan pengolahan data selama kurang lebih dua tahun, akhirnya tim EHT merilis hasil kerjanya dengan mempublikasikan 6 paper di jurnal astrofisika IOP [2] dan melakukan press release secara simultan di Tokyo, Santiago, Brussel, Taiwan, dan Washington D.C pada tanggal 10 April 2019.

Menurut direktur program EHT, Shepheard Doeleman, tantangan terberat bukanlah tantangan teknis melainkan tantangan sosial yaitu bagaimana cara meyakinkan dan mengajak ratusan ilmuan dan beberapa lembaga riset untuk ikut berpartisipasi dalam program ini (mengingat beberapa pihak menganggap riset adalah semacam perlombaan).
Setelah melewati segala rintangannya, tim EHT akhirnya berhasil membuktikan keberadaan black hole, sebuah entitas yang selama ini hanya diprediksi keberadaannya namun belum pernah diamati. Keberhasilan ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat nobel bidang fisika tahun 2019.

Narendra Putra Dipta, E’16,

Referensi
[1] https://iopscience.iop.org/article/10.1086/312423/pdf
[2] https://iopscience.iop.org/journal/2041-8205/page/Focus_on_EHT
[3] https://iopscience-event-horizon.s3.amazonaws.com/article/10.3847/2041 8213/ab0c96/The_Event_Horizon_Telescope_Collaboration_2019_ApJL_875_L2.pdf
[4] https://iopscience-event-horizon.s3.amazonaws.com/article/10.3847/2041 8213/ab0e85/The_Event_Horizon_Telescope_Collaboration_2019_ApJL_875_L4.pdf
[5] https://iopscience-event-horizon.s3.amazonaws.com/article/10.3847/2041 8213/ab0c57/The_Event_Horizon_Telescope_Collaboration_2019_ApJL_875_L3.pdf
[6] https://www.nationalgeographic.com/science/2019/04/first-picture-black-hole-revealed-m87-event-horizon telescope-astrophysics/
[7] https://cseligman.com/text/sky/motions.htm
[8] https://www.sciencenews.org/article/event-horizon-telescope-black-hole-picture
[9] https://aasnova.org/2019/04/10/first-images-of-a-black-hole-from-the-event-horizon-telescope/
[10] https://eventhorizontelescope.org/science
[11] http://www.astronomy.com/news/2019/04/the-road-to-imaging-a-black-hole

 



Roket Falcon 9 SpaceX Bawa Satelit Nusantara Satu Terbang ke Angkasa.

Sebelum meluncur

Detik – Detik Sebelum Peluncuran Roket Falcon X untuk Misi Nusantara Satu (Sumber: SpaceX)

Roket Falcon 9 dari Space X yang membawa Satelit Nusantara Satu telah berhasil diluncurkan di Cape Canaveral Air Force Station, Florida tanggal 22 Februari 2019 jam 8:45 Pagi Waktu Indonesia Bagian Barat. Roket tersebut berhasil membuat Satelit Nusantara Satu terbang ke angkasa dengan memakan waktu sekitar 32 menit dari pangkalan roket di Florida hingga mencapai angkasa. Diperkirakan dalam waktu 2 minggu dari peluncurannya tanggal 22 Februari 2019, Satelit Nusantara Satu ini akan mengorbit pada 156 Bujur Timur atau di atas langit Papua.

Dikutip dari Kumparan.com, Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa PSN (Pasifik Satelit Nusantara) akan menjadi kebanggaan Indonesia. Karena Satelit tersebut menggunakan teknologi mutakhir yang belum banyak digunakan di dunia.

Satelit Nusantara Satu menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang merupakan teknologi mutakhir pada bidang satelit komunikasi. Teknologi High Throughput Satellite (HTS) memungkinkan penggunaan ulang frekuensi sehingga kapasitas bandwidth yang dibawa lebih besar. Sehingga komunikasi stasiun bumi dan satelit menjadi lebih efisien.

Informasi Satelit Nusantara Satu

Informasi Satelit Nusantara Satu (Sumber: Kumparan)

Terobosan teknologi yang digunakan oleh Satelit Nusantara Satu adalah Electric Propulsion. Teknologi Electric Propulsion merupakan teknologi pendorong satelit dengan memanfaatkan tenaga listrik untuk mendorong satelit menuju orbit. Teknologi ini lebih efisien dibandingkan menggunakan pendorong bertenaga kimia yang lebih memakan tempat di dalam tubuh satelit.

Adi Rahman

Adi Rahman, Direktur PT Pasifik Nusantara Satu dalam Konfrensi Pers Sebelum Peluncuran Satelit Nusantara Satu (Sumber: Kumparan)

Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PSN dalam live streaming Peluncuran Satelit Nusantara Satu dapat beroprasi hingga 20 sampai 30 tahun setelah peluncurannya karena menggunakan teknologi terbaru.

Satelit Nusantara Satu dapat menjangkau seluruh daerah yang ada di Indonesia. Satelit ini memiliki kapasitas 3Gbps pada frekuensi C-Band dan dengan teknologi High Throughput yang dipasang pada frekuensi Ku-Band dapat mendongkrak kapasitasnya menjadi 12Gbps. Sehingga kapasitas Bandwidth yang dibawa oleh Satelit Nusantara Satu adalah sebesar 15Gbps, membuat satelit ini menjadi satelit broadband terbesar di Indonesia.

Video Peluncuran Roket Falcon 9 SpaceX dalam Misi Nusantara Satu Tanggal 22 Februari 2019 Pukul 8:45 WIB.

Penulis: Irmansyah Turhamun

Editor: Teknika FTUI 2019



7 Tips Berpuasa bagi Mahasiswa agar lebih Berkah

Wahhh… tidak berasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Spesialnya, pada tahun ini, bulan suci Ramadhan juga bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana pahala ibadah kita akan dilipatgandakan pada bulan suci ini. Sehingga, jangan jadikan bulan puasa ini alasan untuk bermalas-malasan ya. Antara ibadah, ngerjain tugas, dan belajar harus seimbang. Nah, berikut adalah tips bagi kalian para mahasiswa yang akan menghadapi UAS di bulan Ramadhan ini.

  1. Hindari Begadang

Ini nih salah satu kebiasaan yang erat banget sama mahasiswa. Tapi selama di bulan Ramadhan ini sebaiknya kamu mengurangi waktu begadang kamu agar tidak terlambat sahur. Selain itu, tidur yang cukup akan membuat tubuhmu menjadi lebih  fit dan kualitas puasamu pun terjaga.Kamu dapat mengerjakan tugasmu dan belajar untuk persiapan UAS saat selesai sahur saja. Pada waktu setelah sahur, pikiranmu akan lebih fokus dan segar. Sehingga kamu akan menjadi lebih produktif dan tugasmu akan cepat selesai deh.

Mahasiswa mengerjakan tugas hingga begadang (sumber: anakteknik.com)

  1. Perbanyak minum air putih (Terapkan resep 2-4-2)

Saat bulan puasa kita akan merasa lebih lemas dan ketika berbuka puasa tentunya kita akan memilih minuman yang manis dan segar daripada minum air putih. Padahal, minum air penting sangat penting bagi tubuh kita untuk menjaga kesehatan serta ion di dalam tubuh kita. Nah, saat bulan puasa sebaiknya kita lebih banyak mengkonsumsi air putih. Coba deh terrapin resep 2-4-2, yaitu 2 gelas saat buka, 4 gelas saat menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. Dengan menerapkan resep 2-4-2 tersebut, akan membuat kamu tidak menjadi mudah lemas dan wajah kamu dapat tetap berseri, loh.

  1. Pakailah baju-baju kuliah yang bahannya tidak panas

Pada bulan puasa biasanya kita merasa cuaca akan lebih panas sehingga kita sering merasa kegerahan. Nah untuk mengantisipasi rasa panas dan gerah tersebut, sebaiknya kita mengenakan pakaian yang adem buat dipake ke kampus tapi yang penting tetep nyaman, rapi, dan sopan.

  1. Pastikan nutrisi kamu terpenuhi saat sahur dan berbuka

Saat sahur dan berbuka sebaiknya makanlah makanan yang bernutrisi. Eitss.. tapi jangan berlebihan juga ya. Saat sahur sebaiknya kamu mengkonsumsi makanan-makanan yang berserat seperti buah-buahan. Dengan mengkonsumsi makanan yang berserat saat sahur, maka aktivitas yang akan kamu lakukan pada siang harinya akan lebih optimal.

Ilustrasi berbuka puasa(sumber: youthmanual)

  1. Jauhilah teman-teman di kampus yang bikin badmood atau berpotensi ngajak kamu buat ngegosip hehe

Pada bulan puasa nanti, sebaiknya kamu agak jaga jarak dengan teman-teman kamu yang agak kamu kesali atau teman-teman yang berpotensi ngajak kamu buat bergosip. Karena saat bulan puasa kita harus dapat menahan amarah kita dan ucapan kita loh. Gak mau kan pahala kita berkurang gara-gara kebanyakan gossip?

 

  1. Perbanyak mengikuti kajian Keislaman

Selama bulan Ramadhan nanti, tentunya akan banyak kegiatan-kegiatan berupa kajian Keislaman yang diadakan di kampus. Nah, gak ada salahnya kan kalau kita mengikuti beberapa kajian tersebut. Daripada waktu senggang kamu Cuma dipakai buat tidur atau ngobrolin hal-hal yang gak bermanfaat. Selain sebagai booster keimanan dan pengetahuan, kamu juga akan menemukan teman-teman baru yang nantinya akan selalu mengingatkanmu pada kebaikan.

 

  1. Perbanyak ibadah berupa sholat dan tadarus

Shalat dapat membuat hati lebih tenteram, damai, sejuk, serta dapat menghindari dari segala godaan yang terdapat di kampus. Sesibuk apapun kamu di kampus, ngerjain tugas, atau belajar untuk persiapan UAS, jangan sampai lupa shalat ya! Kalau bisa shalatnya di awal waktu juga ya. Waktu senggangmu menunggu jam kuliah juga bisa kamu gunakan untuk membaca Al Quran dan dzikir, loh. Dengan memperbanyak ibadah, insya Allah tugas-tugas dan UAS yang kamu hadapi akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Semoga ketujuh tips di atas dapat membuat puasa kamu di bulan suci Ramadhan ini lebih berkah ya. Semangat menyambut bulan suci Ramadhan, teman-teman!

 



Konsumsi Es Kepal Milo yang Lagi Viral, Selamat Tinggal Diet!

Diet mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, terutama kaum remaja yang sedang berjuang melawan hawa nafsu makannya untuk menjaga kondisi tubuh seideal mungkin, “Darah muda, darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah, Tak pernah mau mengalah,” begitulah kata Bang Rhoma Irama dalam penggalan lirik “Darah Muda” yang ia rilis pada tahun 1995. Ia menggambarkan bahwa ya namanya juga remaja, begitulah tabiatnya.

Dikutip dari doktersehat.com bahwa diet merupakan kegiatan konsumsi makanan yang diatur untuk mencapai suatu berat badan tertentu atau hanya menjaga berat badan agar terkontrol. Berbagai jenis diet kini terus dikembangkan, mulai dari diet karbo, diet lemak, bahkan seorang artispun ikut dalam mengembangkan sebuah metode baru, yakni Obsessive Corbuzier’s Diet. Tak hanya diet, seringkali remaja mengiringinya dengan olahraga rutin semata-mata untuk menjaga penampilannya.

Meskipun begitu, terkadang remaja yang sedang melakukan diet atau olahraga rutin tak mampu menahan keinginannya untuk mencicipi atau bahkan ketagihan dengan ‘makanan viral’. Sebut saja Thai Mango, Nugget Pisang, Thai Tea, Ayam Geprek, Salted Egg, dan yang terbaru adalah Es Kepal Milo. Tak mau ketinggalan, Koperasi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia juga kini menjual makanan tersebut yang dijual dengan harga 10 ribu-an.

Es Kepal Milo yang sedang viral, pertama kali muncul di negara Malaysia (Foto : Instagram.com/@aiskepal.milo)

Terlepas dari viralnya es kepal ini yang menjadi bagian dari branding dan meningkatkan eksistensi Milo sebagai produk susu berenergi -tak mau kalah dari teman sejawatnya di Nestle, Es Kepal Dancow juga baru-baru ini muncul dan viral di Bandung- jangan sampai para pelaku diet larut dalam manis dan lezatnya makanan tersebut. Mewaspadai kandungan kalori di dalamnya merupakan hal wajib yang dilakukan oleh pelaku diet.

Dalam berita yang disampaikan detikFood, Es Kepal Milo tanpa topping terbuat dari 5 sdm bubuk Milo (321 Kkal), 1 sdm bubuk cokelat (46 Kkal) dan 100 gram susu kental manis (343 Kkal) sehingga jika ditotal kalorinya adalah 710 Kkal. Dengan jumlah tersebut, kalorinya bisa mendekati dua porsi bakso dengan 4 buah bakso yang mencapai 800 Kkal. Kalorinya semakin tinggi ketika ditambahkan dengan beberapa toppingnya seperti cokelat butir (muisjes dalam bahasa Belanda), kacang, bubuk Milo atau biskuit Oreo yang bisa mencapai 1.103 Kkal. Sangat tinggi bukan?

Dalam daftar kalori makanan yang dirilis sehatalamiyah.com,  Pizza (163 Kkal), Ketoprak (153 Kkal), Nasi Putih dan Ayam Kentucky (349 Kkal), Soto Padang (127 Kkal), Mie instan (168 Kkal), Nasi uduk (506 Kkal) semuanya kalah besar dengan kandungan kalori es kepal Milo. Tentu mengkonsumsi makanan atau minuman manis seperti es kepal tidak dilarang, namun akan berbahaya jika terlalu sering dikonsumsi. Jadi bagaimana guys? Masih berani coba? Kalau iya, ucapkan terlebih dahulu, “selamat tinggal, diet !”

Infografis mengenai kandungan kalori Es Kepal Milo Foto : instagram.com/@thistemporary)

Penulis : Naufal Farras Fajar

Editor : Ichsan Perkasa



Cuaca Akhir-Akhir Ini Membingungkan? Ini Jawabannya

Siklon flamboyan yang bergerak cepat menyusuri perairan Samudra Hindia (Sumber : https://www.wunderground.com/)

Apabila Anda merasakan bahwa cuaca akhir-akhir ini tidak mendukung aktivitas dan kondisi fisik Anda, hal tersebut tidaklah salah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak 28 April 2018 telah melihat adanya pertumbuhan siklon tropis Flamboyan di Samudera Hindia dengan jarak 1.345 kilometer barat daya Pulau Enggano atau 1.410 kilometer barat daya Bengkulu.

“Posisi siklon tropis Flamboyan berada di 8,6 Lintang Selatan dan 90,5 Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum 65 kilometer per jam (35 knot) dengan pergerakan ke arah barat, barat daya dengan kecepatan 9 kilometer per jam (5 knot) menjauhi wilayah Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jakarta, Minggu (29/4/2018) dikutip dari kompas.com.

Siaran pers mengenai Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek tgl. 29 April 2018 pkl.14.15 WIB berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang pada pkl.14.45 WIB di Pondok Aren, Ciledug, Cipondoh, dan Sekitarnya (Sumber: www.bmkg.go.id)

Siklon ini memberikan dampak pada peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Indonesia. Pertama, akan terjadi peningkatan tinggi gelombang Iaut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan Enggano. Kedua, terjadi juga gelombang Iaut dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan selatan Jawa, Samudra Hindia, barat Lampung, hingga selatan Jawa.

Selain Siklon Tropis Flamboyan, Drs. Herizal, M.Si., Deputi Bidang Klimatologi BMKG dalam siaran pers di website resmi BMKG menjelaskan bahwa aktifnya aliran massa udara basah yang lebih dikenal dengan Madden Julian Oscillation (MJO). Hal ini memberikan peningkatan suplai uap air sehingga berdampak pada pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat daya hingga tengah. MJO ini dapat meredam suhu panas dan hari hari kering di beberapa daerah yang sudah memasuki musim kemarau. MJO diperkirakan aktif hingga awal Mei nanti. Setelah itu kondisi atmosfer akan kembali cenderung kering, musim kemarau diperkirakan dominan di semua tempat di Pulau Jawa,” jelas Herizal.

Oleh karena itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh, karena menurut perkiraan potensi thunder storm atau kilat masih dapat terjadi di wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, pesisir timur Sumatera, Banten, Jawa Barat bagian utara. Sedangkan, untuk hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Sulawasi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Papua Barat dan Papua.

 

BMKG mengimbau agar masyarakat bisa mendapatkan informasi cuaca terkini dari layanan BMKG pada website yaitu http://www.bmkg.go.id/ , melalui media sosial twitter @infoBMKG atau yang terbaru melalui aplikasi mobile “InfoBMKG” untuk mengetahui Cuaca, Iklim, Kualitas Udara, dan Gempabumi di Indonesia yang dapat diunduh pada App Store dan Google Play di http://apps.bmkg.go.id

Informasi aplikasi BMKG yang baru saja dirilis (Sumber: http://www.bmkg.go.id/)

Penulis : Naufal Farras Fajar



Rusia Blokir IP Google dan Amazon Gara-gara Telegram

Lembaga regulator komunikasi pemerintah Rusia, Roskomnadzor, pada hari Selasa (17/4/2018) mengatakan telah memblokir alamat IP (Internet Protocol) yang dimiliki oleh Google dan Amazon, dengan alasan IP tersebut digunakan aplikasi Telegram yang akan mulai dilarang digunakan di Moskow pekan ini.

Roskomnadzor mulai memblokir Telegram, layanan pesan singkat yang populer di Rusia, pada hari Senin setelah perusahaan menolak mematuhi perintah pengadilan yang meminta Telegram memberikan akses ke pesan terenkripsi penggunanya kepada layanan keamanan negara.

Lembaga regulator komunikasi pemerintah Rusia, Roskomnadzor (Foto : ActualApple.com)

Pihak pengadilan pada Jumat (13/4) lalu memutuskan Telegram telah melanggar regulasi di Rusia. Putusan pengadilan ini dijatuhkan usai Telegram berulang kali menolak memberikan akses pesan enkripsi pengguna kepada Federal Security Service (FSB) Rusia. FSB beralasan membutuhkan akses tersebut untuk berjaga-jaga dari ancaman keamanan, seperti serangan teroris. Namun, Telegram menilai pemberian akses tersebut sama saja dengan melanggar privasi pengguna

Pimpinan Roskomnadzor, Alexander Zharov, mengatakan lembaga tersebut telah memblokir 18 jaringan cabang dan cukup banyak alamat IP milik Google dan Amazon, seperti diberitakan oleh Interfax.
“Kami telah memberi tahu kedua perusahaan bahwa sejumlah besar alamat IP yang ada di layanan clouds kedua perusahaan telah diblokir atas dasar putusan pengadilan (untuk memblokir Telegram),” ujar Zharov.

Pemblokiran alamat IP tersebut membuat pengguna internet di Rusia tidak bisa mengakses Telegram dan layanan lainnya yang berasal dari server Google dan Amazon, dilansir dari CNBC International.
Beberapa pengguna telah menghindari pemblokiran dengan mengakses menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), di mana mereka membuat pengaturan yang menjadikan mereka seolah-olah mengakses internet dari negara lain. Zharov mengatakan kepada Interfax bahwa Roskomnadzor berharap akan mendapat ‘jawaban resmi yang serius’ dari Amazon dan Google sampai hari Rabu.
Perusahaan-perusahaan AS tidak langsung merespon saat dimintai komentarnya oleh Reuterspada hari Selasa terkait keputusan yang dibuat Rusia.

Kebijakan regulator telekomunikasi Rusia ini pun mendapat kecaman dari CEO dan pendiri Telegram, Pavel Durov. Pria asal Rusia itu menilai pemblokiran justru akan merugikan kehidupan 15 juta penduduk negara asalnya itu. Menurutnya, pemblokiran pun tidak akan berdampak apa pun pada peningkatan keamanan Rusia.

Pavel Durov, CEO Telegram (Foto : Evening Standard)

 

“Ancaman teroris di Rusia akan tetap sama karena ekstremis akan terus menggunakan berbagai channel komunikasi yang dienkripsi di layanan pesan lain, atau melalui VPN (Virtual Private Networks). Kami menganggap keputusan pemblokiran itu anti-konstitusional dan akan melanjutkan membela hak korespondensi rahasia untuk orang-orang Rusia,” ungkap Durov.

Durov menulis di Telegramnya bahwa tidak terjadi penurunan jumlah pengguna secara signifikan sejak Rusia menerapkan aturan tersebut karena beberapa pengguna mengakses Telegram menggunakan VPN dan proksi. Ia juga berterima kasih pada Apple, Google, Amazon, dan Microsoft, karena tidak ambil bagian dalam kegiatan sensor politik tersebut.
Durov, yang merupakan pelopor media sosial di Rusia, meninggalkan negara itu pada tahun 2014 dan telah menjadi penentang kebijakan yang diadopsi oleh Kremlin dalam hal kebebasan berinternet.

Telegram saat ini memiliki lebih dari 200 juta pengguna global dan merupakan aplikasi pesan mobile paling populer ke sembilan di dunia. Telegram digunakan secara luas di seluruh negara bekas Uni Soviet dan juga di Timur Tengah. Sekitar 7% di antaranya berasal dari Rusia.

Selain sering digunakan oleh jurnalis dan anggota oposisi politik Rusia, Telegram juga digunakan Kremlin untuk berkomunikasi dengan reporter dan untuk melakukan panggilan rutin dengan juru bicara Presiden Vladimir Putin.

Kantor juru bicara pada hari Senin meminta jurnalis yang sebelumnya berlangganan chatting di Telegram untuk beralih menggunakan ICQ, yang merupakan layanan perpesanan dari kelompok teknologi the Russian Mail.ru.

Penulis : J.B. Satrio



Produksi Finney, Smartphone Berbasis Blockchain Pertama

FIH mobile, anak usaha Foxcon, telah menyetujui perjanjian untuk mempoduksi smartphone blockchain pertama yang bernama Finney. Finney pertama kali diperkenalkan oleh Sirin Labs pada September 2017 dan smartphone ini dapat mendukung penggunaan uang virtual atau cryptocurrency.

Sirin Labs membuat smartphone ini dapat digunakan untuk semua mata uang virtual berbasis blockchain dan melengkapinya dengan cold storage, dompet digital yang tidak terhubung ke internet sehingga lebih aman. Dengan menggunakan smartphone ini, pengguna dapat berbelanja di situs-situs yang menerima pembayaran mata uang virtual.

Dikutip dari laman Sirin Labs, fitur-fitur yang nantikan akan ada pada smartphone ini adalah sebagai berikut:

Chairman dan CEO Sirinlabs membuat organisasi ini bergerak di teknologi berbasis blockchain dan mengarah ke visi yang dirancang. (Sumber: Sirinlabs.com)

 

 

SIRIN OS TM (berbasis Android)

  • Pembagian sumber daya P2P (peer to peer) secara aman
  • Cold storage untuk mata uang virtual
  • Ledger terdistribusi

Paket Cyber protection

  • Intrusion Prevention System (IPS) berbasis tingkah laku
  • Pembuktian penggelapan dana berbasis blockchain
  • Tombol keamanan fisik (untuk dompet virtual)
  • Pengamanan komunikasi (VoIP, teks, dan email)
  • Otentikasi tiga faktor: Biometrik, Lock Pattern, dan tingkah laku

Selain beberapa fitur di atas, Finney akan dibekali layar 5,5 inci, RAM 6 GB, penyimpanan 64 GB, kamera belakang 12 megapiksel, dan kamera depan 13 megapiksel.

Pada awalnya, dalam laman Sirin Labs, smartphone ini akan dihargai sekitar ~999 dolar AS per unit. Namun, setelah memberikan lisensinya kepada pabrikan lain harga ini dapat ditekan pada kisaran 200 dolar AS.

Semua layanan transaksi menggunakan Finney akan diaktifkan melalui tombol fisik. Proses otentikasi pengguna dilakukan melalui mekanisme biometrik, seperti pemindai sidik jari dan iris, untuk memudahkan pengguna.

Dikutip dari laman Tekno Kompas, smartphone ini akan siap dikirim pada Oktober 2018 melalui penjualan online dan retail di delapan took di sejumlah negara. Negara yang disasar adalah negara yang mengalami booming mata uang virtual, seperti Turki dan Vietnam. Hingga saat ini, Sirin telah menerima 25.000 unit preorder smartphone Finney dan harapannya dapat menjual 100.000 unit atau lebih sepanjang 2018.

Sesuai dengan visi organisasinya, menjadi pemimpin dalam keamanan elektronik open source dan menjembatani kesenjangan antara pasar dan ekonomi blockchain, Sirin Labs telah melakukan initial coin offering (ICO) pada Desember 2017 untuk menggalang dana dalam upaya pengembangan ponsel Finney. Sirin berhasil menggunakannya untuk pengembangan smartphone Finney dan PC berteknologi blockchain dari dana yang terkumpul.

Finney TM PC yang juga dikembangkan dengan dana Initial Coin Offering (ICO) yang diselenggarakan Sirin Labs pada Desember 2017. (Sumber: Sirinlabs.com)

Penulis : Septiana Pratama N

Sumber

Yusuf, Oki. 2018. Foxconn Bakal Produksi Ponsel Blockchain Pertama.Indonesia. Diunduh dari website: https://.tekno.kompas.com/ pada tanggal 14 April 2018 pukul 06.00.

Sirin Labs. 2018. Overview. Diunduh dari website: https://sirinlabs.com/ pada tanggal 14 april 2018 pukul 06.30.



Nge-charge Gadget Ditinggal Tidur Semalaman?

Seringkali , kita mengecas  baterai perangkat elektronik, terutama ponsel semalaman dan baru dicabut pada pagi harinya. Alasan yang paling umum adalah agar daya baterai ponsel terisi penuh sebelum beraktivitas seharian. Namun, apakah mengecas perangkat elektronik semalaman berdampak buruk terhadap baterai? Hal ini selalu jadi  pertanyaan bahkan dari sebelum era smartphone  seperti sekarang.

Berikut ini adalah fakta-fakta yang dapat menjawab pertanyaan tersebut :

Perangkat Elektronik Modern Memiliki Fitur ‘Stop System’ Terhadap Daya Listrik Ketika Kondisi Baterai Telah Penuh

Baterai ponsel  masa kini  sudah pintar untuk mengetahui kalau baterai sudah terisi penuh dan juga mampu menyesuaikan daya yang masuk ketika baterai hampir penuh. Tidak seperti handphone zaman  dahulu yang akan terus mengisi daya walaupun baterai sudah penuh. Hal ini dapat  kita lihat  pada saat pengisian daya baterai sudah mencapai 90%, pengisian daya lebih lambat dibandingkan pada saat pengisian baterai menuju 90%. Pada saat kondisi penuh, pengisian daya terhenti .

Umur Baterai Dihitung Berdasarkan  Jumlah Siklus

Menurut Kyle Wiens, CEO iFixit, durabilitas dari sebuah baterai perangkat elektronik tidak dipengaruhi oleh bagaimana cara kita mengecas perangkat tersebut, tetapi oleh  jumlah  siklus baterai atau cycle count  . Siklus baterai  dihitung dari penggunaan daya baterai sebanyak 100%. Jika pada satu hari kita menggunakan handphone dari kondisi daya baterai penuh sampai benar-benar habis, hal ini terhitung  1 siklus. Ketika digunakan hanya 50%, siklusnya  setengah siklus. Jadi, penggunaan daya smartphone yang besar akan mempengaruhi performa baterai tersebut. Biasanya baterai akan mengalami penurunan kapasitas seiring bertambahnya jumlah siklus baterai . Rata-rata performa baterai optimal sampai 400 siklus baterai.

Baterai Smartphone Masa Kini Mayoritas Sudah Berjenis Non-removable Battery 

Pada masa kini, kebanyakan  smartphone  memiliki baterai dengan jenis non-removable,  yaitu tidak dapat dilepas dengan mudah dan perlu  membongkar ponsel terlebih dahulu untuk melepas baterai. Produsen tidak mungkin  membuat baterai dengan jenis tersebut kalau tidak yakin bahwa baterai produknya akan bertahan lama.

 

Jadi,   mengecas ponsel  semalaman tidak mengurangi kapasitas dan durabilitas dari baterai. Namun,  untuk menjaga kondisi baterai dan ponsel, pastikan  menggunakan baterai, kabel, dan charger  yang original. Dan untuk kalian yang masih ragu, bisa juga menggunakan timer  listrik yang dijual di toko elektronik ketika akan mengisi daya baterai saat  ditinggal tidur.

 

Penulis: M Rafi

Editor: Ichsan Perkasa dan Sabiq Mufarrid

 

Referensi:

http://bgr.com/2017/08/02/iphone-battery-charging-overnight/

https://jalantikus.com/gadgets/mitos-ngecas-hp-semalaman/



Hari Tanpa Bayangan: Bayangan Hilang Sesaat

Tugu Khatulistiwa Pontianak ramai dikunjungi wisatawan pada momen equinox atau kulminasi matahari, Senin (21/3/2016). (Sumber : tribunnews.com)

Hari Tanpa Bayangan, adalah fenomena saat bayangan menghilang sejenak karena adanya pergeseran matahari saat matahari melintasi garis khatulistiwa. Fenomena ini terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, pada hari Rabu (21/3/2018).

Fenomena ini disebabkan oleh vernal equinox. Vernal equinox adalah fenomena ketika matahari berada tepat di atas ekuator sehingga bayangan benda tegak lurus akan menjadi begitu pendek sehingga tidak tampak. Pada saat itu, matahari juga akan menjadi lebih terik.

Peristiwa ini mencapai puncaknya pada pukul 11:50 waktu setempat, ketika matahari mencapai titik puncak atau kulminasi.

 

‘Hari tanpa bayangan’ terjadi karena kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap bidang orbit bumi, seperti yang dijelaskan oleh Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. Kemiringan itulah yang menyebabkan matahari tampak berubah posisi dari selatan ke utara, dan balik lagi ke selatan.

“Ketika posisi matahari di langit sama dengan lintang tempat suatu kota, pada tengah hari matahari tepat berada di atas kepala sehingga benda tegak bayangannya jatuh di dasar benda tersebut. Bayangan tidak akan tampak,” ujarhomas kepada BBC.

2 Tak hanya equinox, fenomena alam kulminasi matahari yang menyebabkan bayangan menghilang juga terjadi di Tugu Khatulistiwa
(Sumber : liputan6.com)

Fenomena hari tanpa bayangan ini terjadi di daerah-daerah yang dilewati garis khatulistiwa yaitu Pontianak, Bonjol, Riau, Parigi Moutong, Kepulauan Kayoa, Amberi, dan Gebe. Demikian pula dengan kota-kota yang dekat dengan garis khatulistiwa. Fenomena serupa akan kembali terjadi di kota-kota tersebut pada 23 September mendatang.

Sedangkan kota lain di Indonesia dapat juga mengalami fenomena serupa pada tanggal berbeda. Di Denpasar fenomena hari tanpa bayangan bakal terjadi pada 26 Oktober. Di Jakarta pada 9 Oktober dan di Sabang pada 8 September mendatang.
Dampak dari fenomena hari tanpa bayangan ini matahari akan lebih terik 9 persen dibandingkan saat titik balik matahari (solstice). Solstice merupakan momen saat matahari berada di titik paling utara dan paling selatan. Solstice menandai puncak musim panas atau musim dingin.  Dampak lain, dia antaranya adalah terjadi perubahan musim di wilayah Indonesia.

Pergeseran periodik matahari itu juga berujung pada perubahan musim, Thomas menambahkan, yang ditandai dengan perubahan suhu di daerah lintang tinggi dan perubahan arah angin serta daerah pembentukan awan.

“Perubahan arah angin dan pembentukan awan tersebut yang menyebabkan perubahan musim di Indonesia dengan adanya musim hujan dan kemarau,” jelas Thomas.

 

Penulis : JB Satrio

Editor : Naufal FF dan Irmansyah Turhamun



Ground Breaking Teknologi Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang


TPST Bantargebang milik Pemprov DKI di Kota Bekasi. (Foto: Jonder Sihotang/independensi.com)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) baru-baru ini melaksanakan ground breaking pembangunan proyek percontohan pengolahan sampah proses termal di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). Peresmian ini merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama mendukung pembangunan Kota Jakarta dalam penerapan teknologi pengolahan sampah terpadu.

Kepala BPPT DKI Jakarta, Unggul Priyanto, mengatakan bahwa kota metropolitan seperti Jakarta menghasilkan 7.000 ton sampah setiap harinya dan memerlukan solusi teknologi yang dapat memusnahkan sampah secara tepat, signifikan, dan ramah lingkungan.

“Teknologi ini sudah terbukti di negara maju seperti Jerman dan Jepang. Proyek percontohan ini mulai dari desain sampai kontraktornya dari Indonesia,” ucap Unggul.

Teknologi pengolahan sampah ini dilengkapi sarana pengendalian pencemaran baik air maupun udara yang diklaim aman terhadap lingkungan. Pengolahan sampah termal atau pengawetan dengan energi panas ini dibangun di atas lahan 7.000 meter persegi. Selain itu, pengolahan sampah ini juga dapat menghasilkan listrik dari sampah dengan kapasitas 50 ton sampah per hari dengan hasil listrik 400 kilowatt.

Teknologi termal yang digunakan adalah tipe stoker-grate. “Proyek percontohan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu satu tahun ke depan. Setelah selesai, pengoperasiannya akan dilakukan BPPT dan Pemprov DKI yang diatur dalam perjanjian kerja sama,” ucap Unggul.

Ground Breaking PLTSa di Bantar Gebang oleh kepala BPPT Unggul Prayitno Rabu (21/3/2018) (Foto : Yusuf Bachtiar / tribunjakarta.com)

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin meminta masyarakat tidak melihat daya listrik yang dihasilkan dari proyek percontohan ini. Akan tetapi, teknologi pengolahan sampah yang digunakan sudah seperti negara maju. “Nantinya juga (teknologi pengolahan sampah termal) akan ada di 10 kota yang dibangun. Saat ini sudah mulai dan kami sedang bahas perpres-nya bersama pihak terkait,” ujar Ridwan.

Maket rencana pembangunan PLTSa di Bantar Gebang ( Foto : mediatransparancy.com)

Penulis: Abiyyah Wiriana

Editor: Misael Satrio, Muhammad Farhan Pristantyo



Jawab Tantangan Global, FTUI Resmikan Program Profesi Insinyur Jalur Akademik

Dalam rangka mendukung program Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memuhi kebutuhan tenaga insinyur yang berkualitas yang telah dicanangkan pada tahun 2016 lalu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia menjawab dengan dibukanya program profesi Insinyur jalur akademik pertama kalinya di Indonesia yang turut didukung oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Sesi pertanyaan dalam diskusi panel bertema ” Tantangan Profesi Insinyur menghadapi era pembangunan infrastruktur Indonesia dan Tantangan Industri 4.0″ di Integrated Faculty Club UI, Sabtu (24/03/2018) (Sumber : Humas FTUI, www.eng.ui.ac.id)

Dalam peresmian yang bersamaan dengan Diskusi Panel bertema “Tantangan Profesi Insinyur menghadapi era pembangunan infrastruktur Indonesia dan Tantangan Industri 4.0” pada Sabtu (24/3/2018) di Integrated Faculty Club UI ini, Dr. Ir. Hendri DS Budiono, M.Eng., selaku Dekan Fakultas Teknik UI dalam sambutannya menjelaskan bahwa UI merupakan salah satu dari 40 perguruan tinggi yang ditunjuk untuk mensukseskan program Kemenritekdikti. Oleh karena itu, dengan dukungan PII yang telah menjadi bagian dari organisasi keinsinyuran tingkat dunia seperti World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), FTUI membuka program insinyur yang harapannya mampu menjawab tantangan regional dan global untuk melahirkan insinyur yang memiliki kompetensi dan dapat bersaing dengan negara lain, utamanya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Program insinyur ini akan dibuka pada tahun akademik 2018/2019. Pendaftaran dapat dilakukan pada SIMAK-UI Gelombang ke-2 yang dimulai pada tanggal 2 sampai 27 April 2018. Di tahun ini, kuota yang dibuka adalah 50 orang dengan persyaratan peserta yaitu telah lulus pendidikan akademik Sarjana bidang Teknik; memiliki pengalaman kerja dan praktik keinsinyuran sekurang-kurangnya selama 2 (dua) tahun; dan memenuhi semua persyaratan yang tertulis pada laman resmi http://penerimaan.ui.ac.id pada bagian Penerimaan Profesi Jalur SIMAK. Kegiatan akademik profesi insinyur angkatan pertama sendiri akan dimulai pada September 2018. Dengan dibukanya program ini, maka FTUI melengkapi program profesi yang telah dibuka sebelumnya yakni Program Profesi Arsitek.

Foto bersama Manajemen UI, FT, dan PII (Sumber: Humas UI, www.ui.ac.id)

Tantangan global yang semakin menuntut ketersediaan sumberdaya manusia yang kompetitif memang telah memaksa Indonesia untuk lebih serius dalam mempersiapkan sumberdaya manusianya. Dijelaskan dalam pikiran-rakyat.com (20/12/2016), Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti RI, Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa insinyur akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Perkiraan tersebut dirincikan dalam tahun 2017 membutuhkan 12.000 insinyur, tahun 2018 sebanyak 34.000 insinyur dan tahun 2019 sekitar 96.000 insinyur. Jumlah yang tidak sedikit tersebut membutuhkan penanganan serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan pengembangan pendidikan tinggi.

Selain itu, dengan kondisi pembangunan infrastruktur Indonesia yang sedang digencarkan oleh pemerintah saat ini, ia menyatakan bahwa perguruan tinggi perlu didorong untuk membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan nasional, utamanya pembangunan. Menurutnya, saat ini, lulusan dari ilmu sosial jauh lebih banyak ketimbang eksakta. “Bukannya ilmu sosial tidak penting, tapi sudah terlalu banyak. Dan itu tak sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ujarnya.

 

Sumber :

Admin. Penerimaan Profesi Jalur SIMAK. Diunduh di website: http://penerimaan.ui.ac.id./ pada 8 April 2018 pukul 11.53 WIB

Ratnasari, Yuliana. 2018. UI Buka Program Profesi Insinyur Jalur Akademik Pertama. Diunduh di website: https://tirto.id/ui-buka-program-profesi-insinyur-jalur-akademik-pertama-cGxM pada 8 April 2018 pukul 11.52 WIB

Redaksi. 2018. UI Resmikan Program Pendidikan Profesi Insinyur Jalur Akademik Pertama di Indonesia. Diunduh di website: http://www.ui.ac.id/berita/ui-resmikan-program-pendidikan-profesi-insinyur-jalur-akademik-pertama-di-indonesia.html pada 8 April 2018 pukul 11.51 WIB

Seftiawan, Dhifta. 2016. Insinyur Profesi Paling Dibutuhkan. Diunduh di website: http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2016/12/20/insinyur-profesi-paling-dibutuhkan-388346 pada 8 April 2018 pukul 11.54 WIB

Penulis : Naufal Farras Fajar



Teknologi Skimming Penguras Uang ATM Resahkan Masyarakat

Pada 20 Maret 2018 yang lalu, Polda Metro Jaya menangkap enam pelaku kejahatan skimming ATM. Dalam pengakuannya, para pelaku yang kebanyakan WNA ini telah membobol tiga belas bank yang ada di Indonesia dengan menggunkan teknologi skimming ATM. Pelaku kejahatan skimming ATM ini beraksi dengan mengincar mesin ATM yang lemah pengawasannya untuk dipasangkan dengan alat yang disebut skimmer.

Ilustrasi: Alat Skimming ATM (kabar-banten.com)

Alat Skimmer ATM terdiri dari 3 perangkat yaitu Card Skimmer, Keypad Skimmer, dan Kamera. Card Skimmer berfungsi untuk menyalin data nasabah yang ada di dalam pita magnetik kartu ATM yang berupa bit-bit biner pada kartu ATM nasabah. Lalu, keypad Skimmer berfungsi untuk menyalin pin ATM yang dinput oleh nasabah yang akan diduplikasi kartunya. Kamera digunakan untuk mengintai pin dan mengawasi calon korban, sehingga pelaku dapat mengetahui setidaknya kemampuan ekonomi calon korbannya melalui penampilannya saat bertransaksi menggunakan ATM.

Selain ketiga perangkat tersebut, pada alat Skimmer juga terdapat sebuah perangkat IoT (Internet of Things) yang berfungsi untuk mengirimkan data yang telah diduplikasi oleh alat skimmer kepada pelaku untuk diduplikasi dan dikuras uangnya yang berada di dalam ATM tersebut. Pelaku kejahatan ini mengeksplotasi kelemahan pengawasan mesin ATM pada sistem perbankan. Pasalnya dengan menyalin data yang dinput langsung oleh nasabah di ATM, teknologi keamanan yang ada belum bisa mencurigai aktivitas pengambilan uang pelaku kejahatan skimming.

Sejumlah Saham Bank BUMN ditutup melemah pada Mar.23,2018 sumber :http://ihsg-idx.com/saham/

 

Setelah berita mengenai kejahatan ini tersebar banyak nasabah bank yang melakukan “rush money” (menarik uangnya dalam jumlah banyak), karena takut uangnya yang berada di dalam ATM habis akibat kejahatan skimming ini. Hal ini menyebabkan sejumlah saham perbankan di Indonesia mengalami penurunan dalam sepekan ini.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk (sumber ekonomi.kompas.com)

 

Dikutip dari laman Kompas.com, Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI), Suprajarto, mengatakan bahwa nasabah jangan panik karena pihaknya telah bekerja sama dengan Bareskrim dan Interpol untuk mencegah terjadinya hal serupa. Untuk nasabah yang telah menjadi korban skimming dananya pun sudah diganti dengan total 150 juta rupiah untuk semua nasabah yang menadi korban kejahatan skimming.

Pihak perbankan yang ada di Indonesia bersama BI telah mengembangkan suatu sistem baru untuk menghalau kejahatan skimming, dengan cara memasangkan software pengawas transaksi di seluruh mesin ATM yang akan mendeteksi transaksi yang mencurigakan di dalam mesin ATM, jika ditemukan maka kartu tersebut akan diblokir oleh pihak perbankan.

Kartu ATM Magnetik dan Kartu ATM Chip (sumber : kaskus.co.id)

Sebagai pengguna ATM berikut ini merupakan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah kejahatan skimming di antaranya :

• Menjaga kerahasiaan data tabungan seperti PIN ATM.

PIN ATM merupakan pintu masuk utama untuk mengakses data dan bertransaksi di mesin ATM sehingga perlu dijaga kerahasiaannya kepada orang lain.

• Hindari penggunaan ATM di tempat-tempat sepi.

Pelaku Skimming mengincar mesin-mesin ATM yang pengawasannya lemah seperti di tempat-tempat sepi, jadi sebisa mungkin menghindari ATM dengan pengawasan lemah agar tidak menjadi korban kejahatan skimming.

• Mengganti kartu ATM lama yang masih menggunakan pita magnetik dengan kartu ATM baru yang telah menggunakan Chip.

Teknologi Chip pada kartu ATM merupakan teknologi baru pada kartu ATM yang lebih aman dibandingkan dengan kartu ATM magnetik. Dengan teknologi ATM chip, sulit pelaku kejahatan untuk melancarkan skimming. Bank Indonesia mewajibkan penggunaan teknologi Chip pada kartu ATM secara berkala hingga tahun 2021. Beberapa Bank di Indonesia telah menerbitkan kartu ATM dengan teknologi Chip ini sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan Bank Indonesia.

(Irmansyah Turhamun, T’Kom 16)

Referensi :

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/23/083000326/sejumlah-upaya-bri-halau-kejahatan-skimming-atm

https://finance.detik.com/moneter/d-3874192/kartu-atm-anda-sudah-pakai-chip

http://ihsg-idx.com/saham/

https://www.kabar-banten.com/kasus-skimming-atm-meresahkan/

https://money.howstuffworks.com/atm-skimming1.htm

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/03/19/p5uk2v440-canggihnya-teknologi-skimming-atm-dan-cara-mengatasinya-part1

http://news.liputan6.com/read/3388130/waspada-kejahatan-skimming-atm

https://news.okezone.com/read/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri

http://tekno.liputan6.com/read/2049670/begini-cara-kerja-iskimmingi-kartu-atm



Stasiun Antariksa Tiongkok Berpotensi Jatuh di Indonesia

Stasiun antariksa milik Tiongkok yang bernama Tiangong-1, secara harafiah berarti surga atau kuit langit, diperkirakan akan jatuh di wilayah Indonesia. Stasiun antariksa yang sudah menyelesaikan misinya dan hilang pada 2016 tersebut tiba-tiba diumumkan akan jatuh ke Bumi pada pertengahan tahun 2018. Satelit dengan berat 9,4 ton tersebut diperkirakan jatuh antara 43oLU dan 43oLS, di mana wilayah Indonesia termasuk dalam zona tersebut. Peringatan tersebut diberikan pada Januari 2018, namun kembali ramai dibahas bulan Maret ini.
Isu jatuhnya Tiangong-1 (Bahasa Mandarin: Tiangong Yihao/天宫一号) sempat viral di Negeri Tirai Bambu pada 8 Januari 2018 menurut lansiran situs berbahasa Mandarin 163.com. Disebutkan bahwa meskipun peluang pecahan satelit tersebut membahayakan umat manusia tetap ada, namun kekuatan yang ditimbulkan pecahan satelit tersebut diperkirakan sangat kecil. Satelit tersebut diprediksi akan terpecah hingga 100 ribu bagian, dari ukuran asli dengan panjang total 10,4 meter dan diameter terlebar 3,35 meter.
Tiangong-1 kembali ramai diperbicangkan berhubung terdapat prediksi bahwa pecahannya akan jatuh ke Bumi antara 28 Maret sampai 9 April 2018. Satelit tersebut diprogram untuk diarahkan jatuh ke samudera setelah mengakhiri misinya pada 2016, namun otoritas Tiongkok kehilangan kendali akan satelit tersebut, sehingga Tiangong-1 tidak dapat diarahkan untuk jatuh ke lokasi yang diharapkan.
Sebagai dampak tidak terkontrolnya Tiangong-1, otoritas Tiongkok melapor ke PBB pada Januari 2018 mengenai peluang satelit tersebut jatuh ke Bumi pada Maret ini. European Space Agency (ESA) merupakan salah satu dari beberapa otoritas internasional yang ikut memantau pergerakan stasiun luar angkasa yang berhasil ditempati 2 astronot Tiongkok tersebut.
Pantauan Teknika FTUI dari situs N2Yo.com jam 01.11 WIB (19 Maret 2018), satelit tersebut mengorbit di sekitar Madagaskar dengan ketinggian 230,36 km dan bergerak dengan kecepatan 7,77 km/s. Posisi ini menurun dibandingkan lansiran situs EarthSky pada 7 Maret 2018, yaitu di ketinggian 258 km. Jalur satelit ini, ditandai dengan garis sinusoidal berwarna kuning, tidak benar-benar melewati Indonesia. Namun, terdapat penyimpangan di antara Amerika dan Afrika, sehingga masih ada kemungkinan melewati wilayah lain.

Satelit Tiangong-1 tidak memiliki ketahanan terhadap gesekan atmosfer bumi, sehingga ada peluang sebagian besar satelit ini sudah terbakar duluan akibat gesekan dengan atmosfer. Akan tetapi, debris atau pecahan-pecahan kecil berpeluang jatuh ke permukaan Bumi dalam keadaan utuh. Pecahan tersebut akan tersebar pada jarak ratusan kilometer, sehingga berpeluang kecil dapat menghantam daratan, terutama wilayah padat penduduk.
Aerospace memperingatkan bahwa pecahan dari stasiun luar angkasa tersebut mungkin mengandung bahan beracun dan korosif, yaitu hidrazin (N2H4). Dari situs resminya, Aerospace menjelaskan bahwa jatuhnya sampah antariksa tidak terlihat, hanya seperti ledakan bagi orang yang berada di Bumi, karena sampah antariksa bergerak 10 kali lebih cepat dari peluru. Dalam sehari diprediksi satu sampah antariksa jatuh, namun jarang yang jatuh di wilayah padat penduduk.
Sampah antariksa pernah jatuh ke Indonesia, salah satunya tahun lalu (18/7/2017) di Agam, Sumatera Barat. Sampah tersebut merupakan bagian dari roket Chang Zheng 3-A milik Tiongkok. Selain itu, bekas roket Falcon 9 R/B jatuh di Sumenep, Madura, Jawa Timur pada 26 September 2016.
Benda angkasa bukan buatan manusia yaitu meteorit juga pernah jatuh selama 2010-an ini. Kejadian pertama adalah meteor sebesar buah kelapa di Duren Sawit, Jumat (30/4/2010) yang masuk menembus rumah penduduk. Provinsi Bengkulu mengalami kejadian meteorit ini dua kali, pada 27 Oktober 2015 di hutan-hutan dan 24 November 2016 di rumah penduduk. Tidak semua benda jatuh dari langit adalah barang-barang antariksa, contohnya sebuah sensor cuaca yang jatuh ke daratan Binjai pada 2 November 2011 yang sempat disangka bom.
(Misael S)

 

Referensi :

Tiangong-1’s fiery death and ocean plunge


https://kumparan.com/@kumparantech/5-sampah-luar-angkasa-yang-jatuh-di-indonesia
http://www.aerospace.org/cords/all-about-debris-and-reentry/space-debris-faq/
https://www.viva.co.id/berita/metro/147934-meteor-duren-sawit-sebesar-buah-kelapa
http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/11/04/02/lj0u3y-benda-jatuh-dari-langit-hebohkan-warga-binjai



Orang utan merokok

Orangutan di Kebun Binatang Bandung yang merokok menjadi sorotan dunia (Foto : sindonews.com)

Kebun binatang Bandung atau yang akrab disebut Bonbin Bandung kembali menjadi sorotan publik. Kabarnya, Rabu, 7 Maret 2018 terdapat pengunjung yang melemparkan rokok dalam keadaan menyala kepada satwa orangutan. Ozon, nama orangutan berusia 22 tahun, seketika mengambil lalu mengisap rokok pemberian pengunjung. Aksi dalam video berdurasi 59 detik tersebut kemudian viral bahkan sampai diangkat media Internasional, seperti BBC dan Fox News. Faktanya, aksi ini bukan pertama kali terjadi di kebun binatang Indonesia.

Pada tahun 2012, aksi orangutan merokok terekam dengan jelas di Taman Satwa Taru Jurug, Solo. Rupanya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi Orang utan yang akrab dipanggil Tori.

Pertanyaannya, mengapa satwa tersebut Merokok seperti layaknya manusia?

Kepala kesehatan dan Penelitian Kebun Binatang Bandung (KBB), Dedi Trisasongko, menjelaskan bahwa 97 persen genetika DNA orangutan mirip dengan manusia. “Jadi orangutan itu masuk dalam great apes atau kera besar. Dia 97 persen gen DNA-nya hampir mirip dengan manusia. Artinya, pembelajaran dari orangutan ini sangat besar dibanding dengan primata lainnya. Mencontoh itu sangat cepat.” Persamaan lain yang didapati antara primata tersebut dengan manusia yakni pada tingkat kecerdasan, perilaku dan reproduksi. Hal itu mendukung orangutan untuk memperhatikan sekelilingnya dan  mampu meniru gerak atau perlakuan orang sekitarnya. Maka tak heran apabila Ozon dengan segera meniru pengunjung dengan gaya yang hampir sama layaknya perokok aktif.

Jika sudah terjadi penyimpangan seperti ini, pihak bersangkutan akan dimintai pertanggungjawaban. Baik dari pengunjung yang bersalah, pegawai  dan Pengelola kebun binatang yang dianggap lalai. Secara hukum, kasus penganiayaan terhadap satwa dapat dikenai pasal 302 KUHP ayat (1) : Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan . Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya. Namun, Humas Kebun Binatang Bandung memastikan kondisi kesehatan si Ozon tidak terganggu pasca aksi viral tersebut.

Dalam video rekaman amatir terlihat pengunjung melemparkan rokok yang masih menyala kepada orang utan (Foto : youtube.com)

Penulis : Alga Rosetta



Peluncuran Falcon Heavy, Roket Terkuat di Dunia

Ilustrasi peluncuran roket Falcon Heavy (Foto : spacex.com)

Roket Falcon Heavy lepas landas dengan tiga pendorong roket. Space X berusaha membuat pendorong roket yang dapat kembali mendarat di bumi dan rencana ini cukup berhasil. Kedua pendorong roket dapat mendarat di Landing Zone 1 dan Landing Zone 2, Cape Canaveral. Namun pendorong roket ketiga yang seharusnya mendarat di landasan apung laut mengalami kegagalan mesin saat persiapan mendarat dan jatuh ke air. Keberhasilan teknologi ini telah dibuktikan saat peluncuran Falcon 9 dan kali ini Space X membuktikan bahwa pendorong roket dapat didaur ulang dan digunakan kembali karena Falcon Heavy menggunakan dua pendorong roket daur ulang yang digunakan untuk Falcon 9, sedangkan pendorong utamanya merupakan pendorong baru. Dengan keberhasilan ini, Space X dapat membuat biaya peluncuran roket menjadi lebih murah dan memperbesar peluang untuk membawa manusia ke luar angkasa.

Dalam mewujudkan ambisi untuk mengirim manusia luar angkasa, Space X telah merencanakan untuk menerbangkan dua turis untuk mengelilingi Bulan pada tahun ini. Pengembangan selanjutnya adalah pembuatan Big Falcon Rocket (BFR) yang mempunyai pendorong hebat dan akan menjadi pesawat untuk misi penjelajahan antarplanet pada 2020.

Melalui peluncuran ini, Space X berusaha membawa gelar pemilik transportasi luar angkasa paling kuat. Roket tersebut dapat mengangkut beban hingga 64 ton ke lingkaran orbit Bumi rendah, sekitar 2000 kilometer di atas permukaan laut. Beban ini lebih besar dari massa pesawat jet Boeing 737 yang penuh penumpang, kru, koper, dan bahan bakar. Dikutip dari laman Space X, perusahaan ini menyatakan bahwa beban yang dapat diangkut oleh Falcon Heavy adalah dua kali lebih berat dibandingkan Delta IV Heavy, yang sebelumnya menyandang gelar roket terkuat di dunia, namun dengan biaya pembuatan sepertiga dari biaya pembuatan Delta IV Heavy. Keandalan Falcon Heavy mengacu kepada roket buatan Space X terdahulu, yaitu Falcon 9. Tahap pertama roket ini disusun oleh tiga inti mesin Falcon 9 yang menghasilkan 5 juta pon dorongan pada saat lepas landas. Kapasitas dan tenaga roket ini dirancang untuk membawa manusia ke Bulan atau Mars.

papar Musk kepada wartawan sesudah peluncuran yang dikutip dari laman BBC Indonesia.

Roket Falcon Heavy berhasil diluncurkan pada Selasa (6/2/2018) pukul 15.45 waktu setempat di Kennedy Space Center, Cape Carnaveral, Florida. Roket ini dibuat oleh Space X, perusahaan yang dikelola pengusaha bernama Elon Musk. Peluncuran ini disaksikan oleh tiga juta orang melalui live streaming dan berlangsung dengan lancar, walaupun beberapa pihak menyatakan peluncuran ini adalah uji terbang yang beresiko.

“Saya punya bayangan ledakan raksasa di tempat peluncuran, lalu ada ban menggelinding di jalan. Namun, untungnya bukan itu yang terjadi,”

Peluncuran Falcon Heavy Kennedy Space Center, Florida Amerika Serikat. (Foto : Google.com)



Elektrik Surfboard :Transportasi Unik Masa Depan

 

electric Surfboard. (Sumber: the awesomer)

Pernahkah kamu terpikir untuk mencoba berselancar di atas ombak? Mungkin yang  muncul di pikiran kamu adalah takut terjatuh dari papan selancar atau ketakutan karena tidak bisa berenang. Mungkin kamu merupakan peselancar yang andal, namun kecewa karena ombak tidak cukup tinggi untuk mendorong papan selancar kamu. Jika iya, kamu tidak perlu khawatir karena saat ini sudah ada electrical surfboard (papan selancar elektronik) yang dapat membawa kamu berselancar dengan aman tanpa perlu menunggu ombak datang.

Pada awalnya, orang-orang memikirkan solusi atas masalah yang muncul saat hendak berselancar konvensional, yaitu sebuah papan selancar yang dapat digunakan di atas air yang tenang dengan menghasilkan ombaknya sendiri. Ide inilah yang menjadi awal lahirnya papan selancar bermotor.

Tahun 1930-an

Perkembangan electrical surfboard ini dimulai sejak tahun 1930-an. Surf Scooter adalah papan selancar pertama yang ditambahkan sebuah mesin bermotor sebagai pendorong. Inovasi ini menjadi tren di Australia dan biasa digunakan oleh penjaga pantai. Namun, penggunaannya dirasa kurang praktis dan tidak nyaman untuk mendapatkan sensasi berselancar sesungguhnya karena ukurannya yang besar dan berat.

Tahun 1960-an

Pada tahun 1960-an, perkembangan electrical surfboard memasuki era papan selancar dengan jet mesin bermotor. Electrical surfboard ini dikenal dengan nama HydroKart atau AquaKart. Alat ini telah mendapatkan banyak perbaikan dari segi kepraktisan dan kecepatan, bahkan kecepatannya pun tidak main-main karena dapat mencapai kecepatan hingga 50 mph, ditambah fitur pengendalian arah oleh penggunanya. Masalahnya, harganya masih sangat mahal dan terdapat masalah keamanan apabila pengguna terjatuh dari papan seluncur karena masih menggunakan propeller yang terbuka.

Tahun 1990-an

Pada tahun 1990-an, spesifikasi dari electrical surfboard telah dilengkapi dengan daya dorong yang kuat, kemampuan bermanuver yang sangat baik serta ukurannya yang kecil seperti papan seluncur pada umumnya. Akan tetapi, bukan berarti alat ini tidak memiliki kekurangan. Masalah yang ditemui dari alat ini adalah borosnya energi untuk mesin.

Tahun 2000 – Sekarang

Saat ini, electrical surfboard sudah sangat cepat dan efisien, mudah digunakan, ringan dan ukurannya sama seperti papan seluncur konvensional, Material yang digunakan juga sudah menggunakan material yang canggih, seperti carbon fiber, reinforced rails, aerialite fiber glass dan lain-lain. Sehingga dapat memberikan sensasi berselancar seperti di atas ombak.

Masa Depan

Melihat perkembangan dari tren electrical surfboard yang sangat cepat, bukan tidak mungkin di masa depan olahraga yang memacu adrenalin ini menjadi sangat populer dan menjadi alat transportasi laut sepopuler sepeda motor. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah terkait sumber energi untuk alat ini, perlu dikembangkan material baterai yang mampu menyimpan daya dalam jumlah besar namun dengan ukuran yang kecil atau dengan memanfaatkan energi non-konvensional lainnya.

Referensi :

The Amazing History Of Motorized Surfboard in 5 minutes: How did it all begin?

 



Bulan Biru Berwarna Merah

Ilustrasi Bulan Biru Merah (sumber : science.nasa.gov)

Pada tanggal 31 Januari 2018, Indonesia dapat menyaksikan fenomena cukup langka yaitu Bulan Biru (Blue Moon) yang akan berwarna kemerahan. Peristiwa ini disebabkan oleh tiga fenomena yang terjadi pada bulan dalam satu waktu yaitu: Bulan Biru, Super Moon dan Gerhana Bulan.

Bulan Biru

Penyebutan Bulan Biru tidak berdasarkan warna yang ada pada bulan menjadi biru. Melainkan penyebutan Bulan Biru di dasarkan kepada fase Bulan Purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender. Pada Bulan Januari 2018, purnama pertama terjadi pada tanggal 2 Januari, sedangkan purnama kedua akan terjadi pada tanggal 31 Januari mendatang. Sehingga Bulan Purnama yang kedua pada tanggal 31 Januari 2018 disebut sebagai Bulan Biru.

Bulan Biru atau purnama kedua pada satu bulan kalender ini hanya terjadi pada kalender Masehi dikarenakan penanggalannya berdasarkan pada matahari. Sementara jika kita menggunakan kalender Hijriah yang penanggalannya berdasarkan pada bulan, fase Bulan Purnama hanya terjadi setiap tengah bulannya (sekitar Tanggal 14-16 setiap Bulan kalender Hijriah). Dikarenakan pada kalender Masehi dalam satu bulan mempunyai 30 atau 31 Hari, kecuali pada Bulan Februari .Sedangkan pada kalender Hijriah dalam satu bulan mempunyai 29 atau 30 Hari. Perbedaan 1 sampai 2 Hari pada setiap bulannya inilah yang dapat menyebabkan terjadinya fenomena Bulan Biru atau Purnama Kedua pada bulan kalender Masehi.

Super Moon

Istilah Super Moon digunakan untuk menyebutkan fase terdekat Bulan dari Bumi. Sehingga Bulan terlihat lebih besar dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh orbit bulan yang mengelilingi bumi tidak bulat sempurna sehingga memiliki jarak yang berbeda – beda setiap fasenya. Saat Bulan berada pada fase terdekat dari Bumi, maka disebut sebagai Super Moon. Sedangkan ketika Bulan berada pada fase terjauh dari Bumi, maka disebut sebagai Mini Moon.

Peristiwa Super Moon seringkali dikaitkan dengan bencana alam yang terjadi di muka bumi seperti gempa bumi, gunung meletus, dan banjir. Hal ini disebabkan karena munculnya Super Moon ini selalu berdekatan dengan terjadinya bencana alam tersebut. Namun belum ada yang bisa membuktikan keterkaitan Super Moon ini dengan bencana alam tersebut. Kecuali untuk bencana banjir, karena gravitasi bulan dapat mengakibatkan naiknya permukaan air laut sehingga dapat menyebabkan banjir di wilayah pesisir pantai, banjir yang disebabkan oleh gravitasi bulan inilah yang sering kita sebut sebagai banjir rob.

Gerhana Bulan

Bulan Biru pada tanggal 31 Januari 2018 akan berwarna merah dikarenakan oleh peristiwa Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 31 Januari mendatang.

Ilustrasi Gerhana Bulan (Sumber Infoastronomy.org)

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari Bumi dan Bulan berada pada satu garis. Bulan yang ditutupi oleh Bumi akan berwarna merah menyala seperti darah sehingga disebut sebagai bulan merah atau blood moon. Hal ini dikarenakan pantulan sinar matahari yang dibiaskan oleh atmosfer bumi menyebabkan warna bulan menjadi merah darah.

Gerhana Bulan yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2018, di Indonesia akan berlangsung selama 5 jam 17 menit dengan puncak Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung selama 1 jam 16 menit.

Berikut merupakan ilustrasi waktu terjadinya gerhana yang dikutip dari infoastronomy.org

Jadwal Gerhana Bulan 31 Januari 2018 (Sumber Infoastronomy.org)

Fenomena Bulan tanggal 31 Januari 2018

Fenomena Bulan ini sangat langka karena tiga fase bulan terjadi dalam satu waktu yaitu Bulan Biru, Super Moon, dan Gerhana Bulan. Sehingga wajar saja jika NASA memberi julukan pada fenomena ini sebagai Super Moon Trilogy. Menurut NASA, Super Moon Trilogy ini terakhir kali terlihat pada saat 152 tahun yang lalu. Sehingga peristiwa yang cukup langka ini jangan sampai kelewatan untuk melihat keindahan Super Moon Trilogy ini. (IT)

Sumber :

http://www.infoastronomy.org/2017/12/bulan-biru-yang-berwarna-merah.html

https://www.kalastro.id/2018/01/rabu-31-januari-2018-bulan-akan-berwarna-merah-karena-gerhana.html

https://science.nasa.gov/science-news/news-articles/a-supermoon-trilogy